TRANSFORMERS AGE OF EXTINCTION: 3D REVIEW

6/27/2014 01:48:00 PM


Menentukan pilihan untuk menyaksikan film dalam format 3D atau 2D memang masih dirasa sulit, meski pihak grup 21 telah menyetarakan harga tiket masuknya. Sebagian besar orang akan memilih format reguler dengan alasan kacamata 3D-nya yang mengganggu atau karena tidak ada perbedaan yang signifikan antara format 3D dengan 2Dnya. Tapi ada juga orang-orang yang menunggu 'korban' untuk diwawancarai, apakah film tersebut layak untuk disaksikan dalam format 3D atau tidak. 
Jika anda termasuk di kategori yang ke-2, selamat, anda sudah datang di tempat yang tepat.

Note : saya TIDAK mereview filmnya dalam post ini.



-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Cinema : Ciputra World XXI, Studio 3 (June 25, 2014)

Tiap bioskop memiliki teknisi dan kualitas studio yang berbeda-beda, sehingga pengalaman menonton saya kemungkinan juga akan berbeda apabila anda menyaksikannya di bioskop lain. Saya juga sengaja mencantumkan tanggal saya menyaksikan film tersebut, karena terkadang, pihak bioskop sempat mengadakan beragam bentuk perbaikan (upgrade software, firmware, pengaturan ulang, kalibrasi, dsb) 1-2 hari setelah film tersebut tayang perdana.

3D Technology : Dolby Digital 3D

Dolby Digital 3D adalah teknologi 3D yang digunakan oleh Cinema 21 untuk memproyeksikan film-film berformat 3D. Sedangkan Blitzmegaplex menggunakan teknologi Real-D 3D. Keduanya adalah teknologi 3D yang berbeda, sehingga otomatis, pengalaman menonton anda kemungkinan besar juga berbeda.

Shot in 3D : YES

Michael Bay menggunakan teknologi kamera IMAX 3D terbaru untuk merekam 60% adegan dalam film ini. Transformers Age of Extinction adalah film pertama di dunia yang menggunakan kamera tersebut.

Brightness : 5/5
Menggunakan kacamata 3D itu ibaratnya memakai kacamata hitam ketika menonton film di bioskop. Gambar di layar otomatis akan tampak lebih gelap.
Nyaris tidak ada detil yang terlewat ataupun adegan yang terasa lebih gelap daripada yang seharusnya. Semua tata cahaya, baik adegan di siang hari maupun malam hari, terlihat sempurna, meski penonton menyaksikannya dari balik 'kacamata hitam'.

Depth : 5/5
Depth adalah ilusi kedalaman gambar di layar yang membuat para penonton merasa tengah menyaksikan adegan-adegan film tersebut dari balik jendela raksasa atau bahkan merasa ikut terlibat dalam adegan tersebut.

Efek depth dalam film Transformers 4 nyaris tidak pernah absen sejak awal film sampai akhir. Michael Bay dan timnya berhasil memanfaatkan teknologi kamera IMAX 3D ini secara maksimal dengan shot-shot mustahil yang memukau.


Pop Out : 5/5
Pop Out adalah ilusi gambar yang keluar dari layar. Biasanya, efek pop out-lah yang paling dinanti-nantikan para penonton awam karena unsur hiburannya, ataupun karena persepsi mereka terhadap efek 3D adalah gambar-yang-keluar-layar. Namun, perlu dicatat bahwa pembuatan efek pop out dalam sebuah film bisa dibilang gampang-gampang susah. Dibuat berlebihan, efek pop out dapat membuat sebuah film tampak murahan. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas dan perencanaan yang matang agar efek pop out yang dihasilkan tidak terkesan dipaksakan.

Mengingat dua jam film ini hanya diisi oleh pertarungan sinting antara para Autobots dengan Decepticons, mustahil kalau debu, kepingan ledakan, senjata para robot, dan bahkan para robot sendiri (lengkap dengan slow motionnya) sama sekali tidak 'keluar' dari layar. Artinya, jumlah pop-out moments dalam film ini sudah tidak dapat dihitung dengan jari lagi. Fun!

Health : 5/5
Tidak semua orang tahan ketika menyaksikan film 3D. Ada yang mengalami rasa pusing dan mual seusai menonton film 3D. 
I'm okay.

VERDICT:  EXPERIENCE IT IN 3D

Franchise Transformers memang selalu unggul di segi teknis sejak installment pertamanya. Jadi, jangan ragu untuk menyaksikan Transformers Age of Extinction di layar 3D terbesar yang tersedia di kota anda.


You Might Also Like

0 comments

Just do it.