SILENT HILL REVELATION : 3D REVIEW

12/16/2012 03:32:00 PM



Apakah Silent Hill Revelation layak disaksikan di layar bioskop dalam format 3D? Post ini akan membantu anda untuk mengambil keputusan!
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cinema : Galaxy XXI, Studio 1 (December 12, 2012)
3D Technology : Dolby Digital 3D.

Shot in 3D : yes.
Berdasarkan wawancara dengan sutradara Michael J. Bassett, Silent Hill Revelation difilmkan langsung dengan kamera 3D. 

Brightness : 3/5
Menggunakan kacamata 3D itu ibaratnya memakai kacamata hitam ketika menonton film di bioskop, sehingga gambar di layar akan menjadi lebih gelap. 
Seperti kebanyakan film horror, Silent Hill Revelation kebanyakan mengambil setting di tempat yang gelap untuk menunjang atmosfir dan tingkat kengeriannya. Sayangnya, tingkat brightness film ini juga ikut cenderung murky. Bahkan adegan di siang hari pun agak sulit untuk diikuti. 

Depth : 3/5
Depth adalah ilusi kedalaman gambar di layar yang membuat para penonton merasa tengah menyaksikan adegan - adegan film tersebut dari balik jendela raksasa atau bahkan merasa ikut terlibat dalam adegan tersebut.
Setting kota Silent Hill memang memiliki banyak potensi untuk memberi efek depth yang menakjubkan. Michael J. Bassett juga mengakui hal tersebut dan mengambil beragam angle yang sekiranya dapat mewujudkan potensi depth-nya. Akan tetapi, hasil akhirnya cenderung biasa saja dan standard film yang difilmkan dengan kamera 3D.

Pop Out : 4.5/5
Pop Out adalah ilusi gambar yang keluar dari layar. Dan biasanya efek pop - out-lah yang dinanti - nantikan para penonton awam karena unsur hiburannya ataupun karena persepsi mereka terhadap efek 3D adalah gambar keluar layar. Namun, perlu dicatat bahwa pembuatan efek pop out dalam sebuah film bisa dibilang gampang - gampang susah. Dibuat berlebihan, akan menimbulkan gimmick dan membuat film tersebut tampak murahan. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas dan perencanaan yang matang agar efek pop out yang dihasilkan tidak terkesan dipaksakan.
Masih ingat dengan dua installment Final Destination yang terakhir? Silent Hill Revelation juga menggunakan fitur pop out ini sebaik mungkin meski kesan gimmick tidak dapat terhindarkan. Cukup banyak efek pop-out yang "mengerikan" hingga membuat para penonton bergidik dan merasakan feel terror-nya. Di beberapa adegan, saraf refleks otak akan merangsang anda untuk menyipitkan mata ketika pisau menembus layar ataupun mengibas-ngibaskan tangan ketika hujan abu menutupi pandangan anda. And yes, that was really fun. 

Health : 4/5
Tidak semua orang tahan ketika menyaksikan film 3D. Ada yang mengalami rasa pusing dan mual seusai menonton film 3D. Sebagai pecinta film dan 3D enthusiast, saya sangat bersyukur tidak dianugrahi "bakat" tersebut. 
Level Brightness yang cenderung mengecewakan (walau masih ditoleransi) dan beberapa efek pop-out yang mengejutkan cukup membuat saya (sangat) sedikit terganggu secara psikologis. 

Worth It? YES
Depth dan level brightness-nya memang cenderung di bawah ekspetasi. Namun, dengan efek pop-out yang hadir cukup banyak, Silent Hill Revelation layak untuk disaksikan dalam format 3D karena secara tidak langsung, efek pop-out ini cukup berperan banyak dalam menambah efek horror-nya.



You Might Also Like

8 comments

  1. Ayo mas,,,
    Review 3D & Cerita the hobbit,,,

    ReplyDelete
  2. kerennn banget nih reviewnya 0-0p

    ReplyDelete
  3. kyknya serem banget dech filmnya,

    ReplyDelete
  4. @hilda : ndak serem. Ngagetin juga nggak kok. Aahhaha. selevel dengan film Resident Evil.

    ReplyDelete
  5. @timbangan : nonton saja bro. hahaha. :)

    ReplyDelete

Just do it.