RUSH (2013) : THE FASTEST AND THE FURIOUS-EST

10/06/2013 08:42:00 PM



2013 / Universal Pictures / US / Ron Howard / 121 Minutes / 2.39:1 / R 


Berseting di tahun 1970an, Rush mengangkat kisah persaingan paling terkenal di dunia F1 antar dua orang juara dunia, James Hunt (Chris Hemsworth) dan Niki Lauda (Daniel Bruhl), yang masing-masing memiliki etika kerja yang sangat kontras satu sama lain. James Hunt yang playboy dan digandrungi cewek-cewek, cenderung menggunakan insting serta emosinya untuk melengkapi bakatnya berpacu di arena balap mobil. Sedangkan Niki Lauda yang seorang keturunan bangsawan adalah sosok pembalap yang serius, kritis, dan rela mempertaruhkan segalanya di area F1 demi memuaskan passionnya di dunia otomotif.

Tetapi ada satu hal yang membuat persaingan mereka begitu terkenal di dunia : Hunt dan Lauda sama-sama ingin membuktikan pada semua saudara dan teman-temannya, bahwa menjadi seorang juara dunia bukanlah sekedar mimpi di siang bolong, tetapi sebuah tujuan hidup yang pantas untuk diraih. Ambisi yang luar biasa tersebut kemudian mentransformasi karakter Hunt dan Lauda untuk memenangkan pertandingan F1 tersebut dengan segala cara, meski harus sampai mempertaruhkan nyawa mereka.

Sebagian besar film yang mengangkat tema sport memang dapat dikatakan cenderung begitu-begitu saja dalam eksekusinya. Para sineas lebih banyak bermain aman di kisah from zero to hero yang cliche, lengkap dengan embel-embel based on a true story yang sebagian besar hanya sekedar marketing ploy untuk menarik penonton (baca = tidak akurat secara historis). 

David O. Russell dan Gavin O’Connor sempat menggertak para kritikus dengan The Fighter dan Warrior-nya beberapa tahun yang lalu. Tetapi sebagian besar dari mereka hanya memuji directing dan penampilan spektakuler dari para aktor-aktrisnya; dan tidak sedikit pula yang meragukan kalau film-film mereka tersebut akan berhasil lolos ujian waktu.

So yes, masa-masa keemasan film sport memang telah lama berlalu. Di zaman modern ini, genre real-life-sport adalah salah satu genre yang sering dihindari oleh para penonton dan produser karena dianggap membosankan dan kenyataan bahwa betapa minimnya inovasi yang bisa diimplementasikan ke dalam filmnya agar genre tersebut masih terasa fresh. Karena, kalaupun mereka berani untuk bermain-main dan menyalahi aturan narasi film, target audience-nya menjadi sangat segmented, yakni terkotak pada para atlit dan fans olahraga tersebut, yang pada akhirnya dapat melukai performa box office-nya. Memang masih ada segelintir sineas yang cukup berani untuk keluar dari rutinitas tersebut. Seperti Aaron Sorskin bersama Moneyball-nya. But, that’s only one-in-a-million dan dibutuhkan riset yang luar biasa agar film tersebut bisa dipahami oleh seluruh lapisan penonton. 


Rush is Different.

Tetapi lain halnya dengan Rush. Ia berani di segala hal. Rush berani mengangkat tema olahraga balap mobil F1 yang jarang diminati oleh penduduk Amerika dan bahkan dunia, kalau dilihat dari kacamata penonton film dan bisnis box office-nya. Rush juga berani untuk tidak mengekor bayang-bayang Fast and Furious, film balap mobil terpopuler saat ini, demi menjaga orisinalitas dan mempertahankan kemurnian tema F1-nya. Sutradara Ron Howard bersama dengan penulis naskah Peter Morgan berani untuk membuat Rush menjadi sebuah suguhan film sport-biografi dengan intrik yang menarik, politik kotor dunia otomotif, dan studi karakter yang mendalam, dibandingkan hanya menitik-beratkan film tersebut pada kekerenan dan intensitas ajang balapan mobil F1. Hasilnya, luar biasa. 

Kira-kira pada satu jam pertamanya, Rush dibangun dengan pace yang cukup santai. Ron Howard dan Peter Morgan lebih banyak bereksplorasi pada sosok James Hunt, Niki Lauda, dan secuil drama di belakang layar perlombaan F1. At first, paruh awalnya ini mungkin terasa bertele-tele dan kurang menarik karena set waktunya yang dimulai di tengah-tengah karir Hunt-Lauda. Rush bahkan sanggup membuat down para penonton yang mendambakan aksi kebut-kebutan non-stop ala Fast and Furious. 

But rest asured, Chris Hemsworth dan Daniel Bruhl telah memberikan penampilan terhebat dalam sepanjang karir mereka. Mereka berhasil melebur dalam karakter Hunt-Lauda dengan detil dan chemistry yang begitu sempurna, bahkan bagi penonton yang belum pernah mengenal karakter Hunt-Lauda sekalipun dapat merasakan kekuatan aura karakter aslinya di film ini.

Di paruh kedua, pembangunan karakter dan kerangka cerita mulai menimbulkan hasil timbal-balik yang sangat memuaskan. Para penonton, yang telah dibuat untuk mengenal Hunt dan Lauda terlebih dahulu, sanggup merasakan kekuatan emosi mereka dan serunya pertandingan F1 tahun 1970-an secara maksimal tanpa harus menjadi seorang fans akibat komunikasi dan ikatan antar penonton-karakter yang berhasil terjalin dengan mantap. 

Dan seperti kebanyakan film-film produksi Hollywood, sisi teknis dan tata visual effects dalam Rush tidak perlu diragukan lagi kemegahannya. Cinematography-nya berhasil menangkap tiap detil efek visual dan tensi balapan F1 dengan begitu cantik, elegan, berenergi, tanpa sekalipun menghiraukan sisi maskulinnya. Musik gubahan Hans Zimmer melantun apik, mewarnai tiap adegan demi adegan, dan memberinya kekuatan emosi yang selaras. Editing-nya yang ciamik dan arahan dari seorang Ron Howard juga berhasil menjaga tensi Rush untuk tetap mengalir lancar, padat, dan terasa pas. 


Verdict 

Rush tidak hanya sekedar memompa adrenalin dan memberi pengalaman audio-visual yang tak terlupakan pada para penonton lewat kejuaran otomotif kelas dunia, ia juga merupakan sebuah film balap mobil yang tidak pernah melupakan bahwa dirinya dibintangi oleh manusia dan bercerita tentang perjuangan manusia untuk meraih mimpinya. Bagus!



Rating :   
Drive me home : @Elbert_Reyner

*Furiousest memang disengaja

You Might Also Like

4 comments

  1. Salah satu film terbaik tahun ini selain Gravity?

    ReplyDelete
  2. thanks for sharing,,,,nice article

    ReplyDelete
  3. thanks for sharing,,,,nice article

    ReplyDelete
  4. Setuju, ini film biografi berkualitas bintang lima. Plot, penokohan, dialog cerdas dan filosofi yang ditampilkan excellent.
    Nice blog, nice review, nice sharing. Thanks mate.

    Edhea

    ReplyDelete

Just do it.