Ghost Rider : Spirit of Vengeance (2012) Review

2/22/2012 11:38:00 PM



Tahun 2007 lalu, Ghost Rider sempat tampil mengejutkan di tangga box office dunia. Meski filmnya buruk dan dicaci - maki kritikus, film ini berhasil mengumpulkan $228,7 million dari budgetnya yang sebesar $110 million. Karena dianggap menguntungkan, Columbia Pictures memberi lampu hijau untuk proyek sekuel-nya dan memperlakukannya sebagai proyek sequel-reboot, mengingat film pertamanya dianggap tidak berhasil mengadaptasi komik Ghost Rider dengan baik. Pihak studio mendudukan duo Neveldine / Taylor di kursi sutradara karena style penyutradaraan mereka dianggap sesuai dengan gaya komik Ghost Rider yang agak sinting dan brutal. Meski demikian, para fans agak was - was dengan kemampuan Neveldine / Taylor karena film - film mereka yang buruk seperti Gamer, Crank 1-2, hingga Jonah Hex. Belum lagi budgetnya yang di-cut hingga hanya $57 million saja. Apakah duet Neveldine / Taylor akhirnya berhasil mereboot Ghost Rider, atau malah menobatkannya sebagai salah satu film superhero terburuk?


Film dibuka dengan adegan penculikan seorang anak laki - laki bernama Danny (Fergus Riordan) di sebuah gereja kuno. Moreau (Idris Elba), seorang monk yang gagal menyelamatkan Danny, mengunjungi Johnny Blaze (Nicholas Cage) yang tengah mengasingkan diri karena ketidakmampuannya mengendalikan ‘Ghost Rider’ yang ada dalam dirinya. Ia meminta agar Johnny membantunya menemukan Danny dengan imbalan Ghost Rider akan dipisahkan dari tubuhnya. Johnny pun segera menerima tawaran tersebut dan dimulailah aksi kejar - kejaran berserta dengan aliran cerita yang sangat membosankan, buruk dan very painful to watch.
Sebagai sebuah proyek reboot, Ghost Rider 2 bisa dibilang gagal total membangkitkan franchise tersebut; dan bahkan apabila dibandingkan dengan film pertamanya (yang sudah termasuk buruk), kualitasnya justru kalah jauh. Neveldine / Taylor tampaknya sama sekali tidak berusaha untuk melepaskan style ‘nyampah’ mereka ketika membuat film ini. Bagi yang sudah menyaksikan Crank dan Crank 2, para penonton akan kembali menemukan berbagai adegan yang sangat nyeleneh, freak dan luar biasa anehnya itu dalam film ini. Dan jujur saja, gaya tersebut sangat tidak cocok dengan Ghost Rider. Bayangkan saja, seisi film ini tidak ada yang berjalan dengan benar, mulai dari alur cerita yang kacau berantakan, adegan aksi yang ingin tampil sok keren tapi malah sangat membosankan, visual effects murahan hingga karakterisasi yang semakin memperburuk kualitas film ini. Yep, Johnny Blaze tampil jauh lebih kacau dibandingkan di film pertamanya. Di film ini ia digambarkan seperti seorang pria sinting kecanduan narkoba yang dirasuki malaikat maut dalam dirinya. Hal yang paling konyol adalah ketika ia akan berubah menjadi Ghost Rider. Mirip seperti orang yang menderita penyakit jiwa stadium akhir. Tidak hanya itu, karir Nicholas Cage sepertinya juga akan semakin hancur apabila ia terus - menerus membintangi film - film sampah semacam ini.

Dari segi plot, apa yang disuguhkan dalam Ghost Rider 2 bisa dibilang cukup mengejutkan. Penulisan naskah film ini dilakukan oleh 3 orang penulis yang sebenarnya sangat berkompeten di bidangnya, mulai dari Scott M. Gimple (The Walking Dead), Seth Hoffman (Prison Break) hingga penulis naskah adaptasi komik dengan jam terbang tinggi, David S. Goyer (Batman Begins, The Dark Knight, The Dark Knight Rises, Superman : Man of Steel, etc). Dengan keterlibatan 3 orang penulis naskah hebat ini, alur cerita Ghost Rider 2 malah juga tidak kalah kacaunya dengan gaya penyutradaraan Neveldine / Taylor. Sejak pembukaan film, para penonton sudah dibuat tidak betah duduk di kursi bioskop lewat rentetan dialog cheesy yang saking konyolnya sampai tidak bisa ditertawakan, karakter - karakter yang dibuat sedemikian buruk dan tidak jelas motifnya, hingga alur cerita yang sangat membosankan dan tidak ada menarik - menariknya sama sekali. Jadi secara keseluruhan, semua karakter yang muncul di film ini sungguh tidak jelas arah dan tujuannya, selain untuk dipermainkan habis - habisan oleh Nelvedine / Taylor. 
Siapa bilang adegan aksi di film ini menghibur? Apabila anda sudah menyaksikan trailernya, well, bisa dibilang anda sudah melihat semua adegan aksi yang “keren” dari film ini. Tidak seperti Transformers 2 dan 3 yang sangat tertolong oleh adegan aksi super lebay-nya, Ghost Rider 2 bahkan tidak mampu memuaskan para penonton awam. Dengan metode shaky cam yang sangat memusingkan kepala (apalagi anda menonton versi 3Dnya...), Neveldine / Taylor tidak berhasil menyuguhkan adegan aksi yang spektakuler, gila ataupun melebihi film pertamanya. Mereka justru membuat Ghost Rider tampil sok keren dalam setiap adegan aksinya dengan berpose bermenit - menit diiringi musik rock yang menyakitkan telinga dan kemudian menghabisi musuh - musuhnya dalam 2 detik. Ya, sama seperti film pertamanya, Ghost Rider masih digambarkan terlalu kuat dan tidak ada musuh yang bisa mengimbanginya. Bahkan Roark yang notabene adalah seorang iblis kuat, berhasil dikalahkan dengan 2-3 kali cambukan. Dengan kekuatan seperti itu, saya sampai bertanya - tanya kenapa Ghost Rider tidak bisa mengakhiri film ini selama 2 menit saja?

Overall, Ghost Rider 2 adalah salah satu film terburuk di tahun 2012 ini sekaligus mencoreng nama Marvel, yang beberapa tahun terakhir ini terus menghasilkan film superhero berkelas. Dan saya juga berharap agar Neveldine / Taylor di-blacklist dari dunia perfilman Hollywood seperti Uwe Boll yang kini terus sibuk memproduksi film - film sampah kelas kambing. 
By far, Ghost Rider 2 is the worst superhero movie I’ve ever seen. SKIP IT, kecuali anda mau melihat betapa bagusnya fitting celana kulit yang dikenakan Ghost Rider sepanjang film.

You Might Also Like

3 comments

  1. Wah, beneran nich bro GR2 film superhero terburuk, masih ada Superman Returns, Steel, Catwoman, sama Batman-nya Joel Schumacher lho...

    Mereka lebih buruk lagi berarti, karena paling nggak GR2 secara cerita dan latar plot sudah dekat dengan komik, nggak kayak film2 diatas...

    :)

    ReplyDelete
  2. Superman Returns bagus sih menurut saya.
    Steel itu film apa ya?
    Catwoman saya tidak nonton karena sudah mendapat respon super buruk di mana - mana. hehehe
    Batmannya joel schumacher dulu waktu SD saya suka. Tapi ga pernah ditonton ulang sampe sekarang.

    Jadi so far, GR2 adalah film superhero terburuk yang pernah saya tonton :P

    ReplyDelete
  3. Hehe, sayang ya yang Catwoman belom nonton.. :D

    ReplyDelete

Just do it.