LONE SURVIVOR (2013) REVIEW

2/07/2014 09:25:00 AM


Universal Pictures / US / 121 Minutes / Peter Berg / 2.39:1 / R

Diadaptasi dari buku non-fiksi karangan Marcus Luttrell, Lone Survivor berkisah tentang sebuah operasi tim tentara Amerika yang terdiri atas Marcus Luttrell (Mark Wahlberg), Michael Murphy (Taylor Kitsch), Danny Dietz (Emile Hirsch), dan Matt Axelson (Ben Foster) untuk membunuh salah satu pentolan Al Qaeda yang bersembunyi di pegunungan Afghanistan. Tetapi kerusakan sistem komunikasi membuat semuanya berantakan dan memaksa mereka untuk berhadapan dengan ratusan pasukan Taliban di tengah belantara pegunungan yang mengerikan.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Hollywood selalu membuat film-film perseteruan antara Amerika dan Iran lewat sudut pandang Amerika dan menghadirkan image armada Amerika sebaik mungkin, meyakinkan para penonton bahwa hanya Amerika yang berada di jalan yang paling benar. Bahkan film-film kelas Oscar seperti Argo dan Zero Dark Thirty sekalipun, semua hadir lewat dimensi dan sudut pandang yang sama : bahwa Amerika adalah orang baik. Sifat narsisme dan nasionalisme yang tinggi inilah yang kemudian membuat film-film seperti ini jarang berhasil menarik minat penonton internasional karena kita semua sudah jenuh dan materi yang dihadirkan juga itu-itu saja. Alasan ini juga sempat membuat para produser ragu-ragu untuk berinvestasi terhadap proyek film adaptasi Lone Survivor, sebelum akhirnya Peter Berg dan beberapa aktor utamanya rela gajinya didiskon. Karena selain kisahnya yang cenderung sederhana dan tidak terlalu menarik bagi masyarakat, tema perang modern seperti ini pun sekarang juga tidak begitu diminati oleh penonton luas, baik secara domestik maupun internasional, kecuali mendapat bantuan dari nominasi Oscar yang diborongnya.


Peter Berg pun lantas tidak menyia-nyiakan kesempatan keduanya membuat film perang-perangan Amerika dan Iran (sebelumnya beliau pernah membuat film serupa berjudul The Kingdom). Ia melakukan pendekatan yang berbeda dalam Lone Survivor. Film ini memang masih berdiri di base yang sama, tetapi Lone Survivor lebih berfokus pada sudut pandang dan cerita hidup para pion-pion yang digunakan pemerintah Amerika dalam perseteruannya, yakni para tentara itu sendiri. 

Aktor-aktor macho yang dimiliki Hollywood seperti Mark Wahlberg, Emile Hirsch, dan Ben Foster, termasuk aktor langganan Peter Berg, Taylor Kistch, berhasil memberikan salah satu penampilan terbaik dalam karir mereka. Chemistry mereka sebagai sahabat dan tim kerja, serta pancaran jiwa patriotnya terasa begitu engaging dari awal sampai akhir film dan sukses menyentuh penonton manapun yang masih punya hati. Peter Berg selaku penulis naskah juga sengaja tidak memasukkan karakter perempuan sama sekali dalam Lone Survivor untuk menghindari hal-hal cliche dan agar para penonton tetap fokus dengan para karakternya.

Selain itu, cerita survivalnya juga, surprisingly, luar biasa dengan suguhan adegan aksi yang tidak pernah tampil membosankan dan selalu terjaga tensinya dari awal sampai akhir meski ia memakan setengah durasi dari film. Peter Berg berhasil merangkai koreografi aksi tembak-menembak yang sangat intense, realistis dan akan membuat anda terus bergidik dan tidak berkedip dengan segala kebrutalannya itu. Tak lupa pula sinematografi arahan Tobias A. Schliessler yang berhasil mengabadikan adegan-adegan tersebut dengan penampilan shot-shot yang luar biasa indah yang berhasil membuat kematian para tentara tampak heroik dan epik sesuai dengan yang layak mereka terima. 





Overall, meski skalanya terlalu personal dan sederhana untuk sebuah film perang, Lone Survivor berhasil menampilkan salah satu experience horror peperangan yang tak terlupakan dalam beberapa tahun terakhir dengan kekuatan teknis yang luar biasa dan gaya narasi yang bisa diterima oleh seluruh penonton walau tema yang diangkatnya termasuk segmented. Lone Survivor, mungkin, merupakan pencapaian terbaik Peter Berg dalam karir penyutradaraannya. 


Rating : ★ ★ ★ ★ ★ 

You Might Also Like

0 comments

Just do it.