Jun 30, 2013

DESPICABLE ME 2 : 3D REVIEW (UPDATE)



Menentukan pilihan untuk menyaksikan versi 3D atau 2Dnya memang masih terasa sulit di tengah masyarakat meski pihak grup 21 sekarang sudah mempermudahnya dengan menyetarakan harga tiket masuknya. Ya, kalau dulu kita punya alibi tentang masalah perbedaan harga, sekarang hanyalah masalah kualitas : apakah efek 3Dnya sanggup memberikan movie experience yang luar biasa, yang tidak dapat kita peroleh dari versi regulernya (2D) sehingga kita diharuskan untuk menyaksikan film tersebut dalam format 3D demi mendapatkan experience yang diharapkan sang sineas? Well, post ini saya harapkan dapat semakin mempermudah kalian untuk mengambil keputusan! 
Note : saya tidak membahas isi filmnya dalam post ini, hanya kualitas efek 3Dnya saja.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cinema : Grand City XXI, Studio 3 (June 29, 2013)

Tiap bioskop memiliki teknisi dan kualitas studio yang berbeda-beda sehingga pengalaman menonton saya kemungkinan juga akan berbeda dengan anda apabila anda menyaksikannya di bioskop lain. Saya juga sengaja mencantumkan tanggal saya menyaksikan film tersebut karena terkadang beragam bentuk perbaikan (upgrade software, firmware, pengaturan ulang, kalibrasi, dsb) juga bisa terjadi 1-2 hari setelah film tersebut tayang perdana di bioskop.

NOTE : Sepertinya terjadi kesalahan teknis ketika saya menyaksikan film ini di Grand City XXI Surabaya yang membuat efek 3Dnya sama sekali tidak terasa. Teman-teman yang menyaksikan di bioskop lain telah mengkonfirmasikan bahwa kualitas 3Dnya sangat bagus, tidak flat seperti yang saya alami.

3D Technology : Dolby Digital 3D

Dolby Digital 3D adalah teknologi 3D yang digunakan oleh Cinema 21. Sedangkan Blitzmegaplex menggunakan teknologi Real-D 3D di bioskop jaringannya. Keduanya adalah teknologi 3D yang berbeda sehingga otomatis pengalaman menonton kemungkinan besar juga berbeda.

Shot in 3D : YES

Semua film animasi produksi Hollywood telah dirancang sejak awal untuk dirilis dalam format 3D. 

Brightness : 5/5
Menggunakan kacamata 3D itu ibaratnya memakai kacamata hitam ketika menonton film di bioskop, sehingga gambar di layar akan menjadi lebih gelap. 
Seperti kebanyakan film-film animasi yang dirancang untuk dirilis dalam format 3D, Despicable Me 2 juga memiliki tingkat kecerahan warna yang sangat luar biasa dan konsisten dari awal film sampai akhir. Pengalamannya saya jamin sama dengan ketika anda menyaksikan versi 2Dnya.

Depth : 1/5
Depth adalah ilusi kedalaman gambar di layar yang membuat para penonton merasa tengah menyaksikan adegan - adegan film tersebut dari balik jendela raksasa atau bahkan merasa ikut terlibat dalam adegan tersebut.
And here's the surprise. Banyak sekali adegan yang sanggup menonjolkan efek depth dalam film ini, seperti penataan dekor yang mengandalkan ilusi perspektif, scene yang difilmkan secara first person, dan hal-hal lainnya. Tetapi pada kenyataannya, usaha ini tidak membuahkan hasil sama sekali karena apa yang penonton rasakan hanyalah sense-of-depth yang persis sama seperti yang kita dapatkan ketika menyaksikan film ini dalam format 2D. Melihat film-film animasi garapan Universal-Illumination sebelumnya, saya benar-benar yakin bahwa telah terjadi kesalahan teknis dari pihak bioskop. 


Pop Out : 0.5/5
Pop Out adalah ilusi gambar yang keluar dari layar. Dan biasanya efek pop - out-lah yang dinanti - nantikan para penonton awam karena unsur hiburannya ataupun karena persepsi mereka terhadap efek 3D adalah gambar keluar layar. Namun, perlu dicatat bahwa pembuatan efek pop out dalam sebuah film bisa dibilang gampang - gampang susah. Dibuat berlebihan, akan menimbulkan gimmick dan membuat film tersebut tampak murahan. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas dan perencanaan yang matang agar efek pop out yang dihasilkan tidak terkesan dipaksakan.
Oh my god, aspek pop-out yang paling kita nanti-nantikan ini pun juga tidak dapat beraksi sama sekali di layar karena semua efek pop-outnya seakan-akan tertahan oleh lapisan layar bioskop. But believe me, jika memang benar ini adalah kesalahan teknis dari pihak bioskop, maka bersiaplah untuk menyaksikan sajian efek pop-out yang sangat luar biasa. Universal dan Illumination telah menyiapkan berjibun scene-scene dahsyat yang melibatkan interaksi antara penonton dengan karakter dalam film (terutama minion), ataupun antara penonton dengan adegan aksinya, ke level yang mungkin hanya bisa kita temui di wahana permainan anak-anak. 

Health : 0/5
Tidak semua orang tahan ketika menyaksikan film 3D. Ada yang mengalami rasa pusing dan mual seusai menonton film 3D. Sebagai pecinta film dan 3D enthusiast, saya sangat bersyukur tidak dianugrahi "bakat" tersebut. 
MY EYES! MY EYES! 

Worth It? NO

UPDATE


Saya memutuskan untuk menonton ulang film ini untuk mengkonfirmasi apakah studio 3D Grand City yang rusak, atau memang kualitas 3D film Despicable Me 2 tidak se-wah yang dibicarakan orang-orang.


Cinema : Ciputra World XXI, Studio 3 (July 4, 2013)

Brightness : 4.5/5 
Sedikit lebih gelap dari apa yang saya saksikan 


Depth : 4/5

Walau tidak sampai sekelas Disney, efek depth dalam Despicable Me 2 sanggup tampil sesuai ekspetasi. 

Pop Out : 4/5

Universal dan Illumination telah menyiapkan scene yang melibatkan interaksi antara penonton dengan karakter dalam film (terutama minion), ataupun antara penonton dengan adegan aksinya. Ya meski jumlahnya ternyata tidak terlalu banyak, setiap scene pop-outnya tampil memuaskan.

Health : 5/5

I'm okay.

Worth It? YES

Untuk penduduk Surabaya, saya sarankan untuk tidak menyaksikan versi 3D Despicable Me 2 di Grand City XXI karena berdasarkan input dari teman-teman di Surabaya, studio 3D Grand City XXI memang sering bermasalah.




6 comments :

Anonymous said...

tuh kan, waktu oz dulu kan aku juga' pernah tanya' masnya... soalnya aku nonton oz di grand city juga' gag berasa sama sekali...

Anonymous said...

Wah,,,
Sepertinya perlu nonton ulang lagi nich mas brow, lantaz di review ulang,,

M1lk said...

se7 ama komen di atas, agan reyner wajib nonton ulang biar lebih objektif penilaiannya, n gw rasa kualitas 3d nya worth it bgt buat alasan nonton ulang,soalnya di seri pertama aja ud ajib bgt kualitas 3dnya, n secara logika di seri kedua ini pasti lbh awesome lg kualitas 3dnya....di Medan film ini baru akan premiere besok/ rabu, seblomnya ud tayang midnite show sabtu maren, untung dah ada tayang versi 3dnya, ngak seperti Monster University yg kgk ada tayang versi 3dnya, makanya jd males bgt nonton MU versi 2dnya....btw agan nonton MU yg 2d atau 3d.....gw rasa kl dr disney n pixar pasti keren bgt 3dnya, makanya heran aja di Medan koq ngak tayang 3dnya,pdhal film ini kan di-syut dlm format 3d, bukan hasil konversi...

Ony Wahyono said...

buat agan m1lk ane bantu 3D review M.U. , trus terang di M.U.3Dnyalebih mengedepankan efek brightnes & depth yang bagus, dibanding efek pop out yang hampir tidak ada sama sekali khas pixar. jadi menonton format 2D nya tidak akan kehilangan momen apapun koQ.. (pengalaman ane)

Hendra said...

memang tiap bioskop punya kualitas beda2... Saya pernah berbicara langsung dengan bbrp Manager XXI Sby (karena habis komplain di Jawa Pos). Menurut Mereka sendiri, XXI terbaik di sby ada di Pakuwon City coz peralatan semua terbaru (sayang ga ada 3D), sedangkan yang terburuk ada di Galaxy Mall (ngaku sendiri klo dari jaman masih 21 sampe skrg XXI audio masih sering mati2).

aldian said...

aku punya review lebih lengkap lho, coba cek di http://gostrim.com/ selamat membaca :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...