Jun 29, 2011

6 ALASAN FILM INDONESIA BELUM MAMPU MENYAINGI FILM LUAR

6 Alasan Film Indonesia Belum Mampu Menyaingi Film Luar
by : Joshua Reinaldo

Artikel ini saya tulis sebagai bentuk pelampiasan atas tidak diputarnya film2 luar yg merupakan summer blockbuster di bioskop Indonesia. Dalam menulis artikel ini, saya memohon maaf apabila ada kata2 yang kurang tepat atau kurang berkenan dikarenakan terbatasnya pengetahuan saya seputar krisis film impor di Indonesia. (mohon maaf juga kalau banyak kata singkatan he3)

1. Kualitas Audiovisual 

Film Indonesia memiliki kekurangan yang cukup fatal dibandingkan film luar terutama dalam segi audiovisual. Jangankan kualitas gambar, kualitas suara saja masih “beda kelas” antara film Indonesia dan film luar. Audio film Indonesia sangat amat jelek , banyak terjadi “nggeremeng”, benturan antara suara yg satu dengan yg lain. Dari segi visual juga masih belum bisa dikatakan setara dengan film luar. Meskipun harus diakui sudah ada perbaikan kualitas gambar dari film-film Indonesia yg keluar secara bertahap, film luar pun semakin maju dlm hal penataan grafis dan efek-efek audiovisualnya. Oleh karena itu, para sineas2 dan artis2 Indonesia harus mengakui filmnya masih jauh dari dikatakan setara dengan film luar, dimana mereka dalam pandangan saya seharusnya mendukung kembalinya film2 luar yang bermutu di Indonesia

2. Kreatifitas Pembuat Film (Genre Film)

Terlihat masih minimnya genre film Indonesia dibandingkan film luar. Bandingkan genre film Indonesia yg hanya seputar mystic-horror-porn, romantic, (so called) comedy, drama religious, drama cultural (misal Laskar Pelangi, Sang Pemimpi), dengan film luar yg meliputi action, thriller, horror, mystery, animation, drama, (include romance) comedy, historic bahkan sering mengabungkan genre yg satu dengan genre yg lain ddan setidaknya pasti ada “romance” (mana ada film luar yg ga ada adegan ciumannya ^^). dan yg perlu diperhatikan adalah adanya pembagian antara thriller-horror-mystery di film luar yg tidak ditemukan di genre horror Indonesia. buat yg tidak tau, thriller adalah film seperti Final Destination, jadi film yg ngeri tapi tidak ada unsur hantu-hantuan. Sedangkan mystery adalah film2 puzzle misalnya Da Vinci Code. Film Indonesia tidak menawarkan something out-of-the-box, yg belum pernah ada sebelumnya, seandainya ada film Fast and Furious / Initial D versi Indonesia tentu para penonton akan tertarik menontonnya. Jadi sekali lagi saya katakan pada sineas Indonesia, dukunglah kembalinya film luar bermutu ke Indonesia

3. Isi Film

Isi film dalam hal ini adalah menarik tidaknya film tersebut, dimana untuk menonton sebuah film tentu film tersebut harus memiliki daya tarik. Misalnya banyak orang menonton Transformers karena memiliki daya tarik yaitu efek visual yang menarik, atau banyak orang tua mengajak anak-anaknya menonton Kungfu Panda karena selain animasi dan jalan cerita yang menarik, juga memiliki pesan moral yang cukup berkesan. Jadi, sebuah film Indonesia menurut saya harus memiliki 2 daya tarik yang utama, yaitu MENGHIBUR dan BERMUTU. MENGHIBUR artinya film tersebut dapat dinikmati oleh penonton / tidak membosankan untuk dilihat, biasanya dinilai dari segi teknis sebuah film, yaitu tema, jalan cerita, tokoh, dll. Sedangkan BERMUTU artinya mengandung suatu nilai yang dapat meninggalkan kesan yang baik bagi penonton, sebuah nilai yang menjadi pembelajaran bagi penonton. Sejauh ini, saya menilai film Indonesia sangat jarang sekali dapat memenuhi 2 kriteria tersebut. Film2 karya sutradara2 Indonesia yang terkenal menurut saya BERMUTU, tapi masih belum bisa dikatakan MENGHIBUR. Pesan2 moral yang menjadikannya BERMUTU pun menurut saya sulit ditangkap, sebagai contoh saya lebih ngerti pesan moral film Kungfu Panda dibandingkan film “?”. Alangkah baiknya bila mereka belajar memenuhi kriteria MENGHIBUR dari film2 luar untuk melengkapi dan mendukung kriteria “BERMUTU” dengan mendukung kembalinya film luar ke Indonesia.

4. At
itude Sineas Indonesia

Seorang seniman film yang baik memiliki niat untuk menyediakan tontonan / film yang MENGHIBUR dan BERMUTU kepada para penonton. Dan itulah yang dilakukan para sutradara2 dan aktor/aktris hollywood dalam membuat film mereka yang seharusnya menjadi contoh bagi para seniman2 film Indonesia. Menurut saya, masih sedikit film Indonesia MENGHIBUR dan BERMUTU yang layak ditonton (worth spending your money) . Hal tersebut tak terlepas dari sikap sineas2 Indonesia yang ingin membuat film secara instant. Jadilah bioskop2 kita seperti kuburan karena tidak ada film luar lengkap dengan poster film2 horror-porno yang diciptakan sineas2 kita. Adapun sikap arogan juga ditunjukkan sineas2 yang mampu memenuhi kriteria MENGHIBUR dan BERMUTU ataupun salah satunya. Mereka sangat percaya diri filmnya bisa sukses TANPA BANTUAN FILM LUAR. Dan sineas2 munafik macam ini sering kita baca komentarnya di surat2 kabar dan blog2 media massa. Padahal secara tidak langsung eksistensi film luarlah yang mengundang penonton ke gedung bioskop bukan film Indonesia. Dan setelah menyadari hal itu dan merugi karena filmnya tidak laku mereka menjilat ludah mereka sendiri dan sok objektif menyanjung2 film luar. Ingin saya garisbawahi meskipun pengetahuan saya dalam perfilman tidak seluas mereka, sikap mereka tersebut dapat menghancurkan perfilman di Indonesia, baik film lokal maupun film luar. Efeknya pun sudah kita rasakan sekarang ini dimana bioskop2 sudah mulai mati perlahan-lahan. 

5. Kurangnya Kemandirian Seniman Film Indonesia

Saya dapat berasumsi poin 4 ini karena saya melihat sikap lembeng dari para seniman film Indonesia yang merengek ke presiden karena pajak untuk produksi film mereka terlalu besar. Padahal dengan pajak yang tinggi memiliki sisi positif bagi film Indonesia, yaitu menstimulasi para pembuat film untuk membuat film yang MENGHIBUR dan BERMUTU. Akhirnya dapat kita lihat sekarang setelah pajak film Indonesia diringankan semakin banyak tontonan yang tidak MENGHIBUR dan BERMUTU menghiasi bioskop2 Indonesia. Sama sekali tidak terjadi perubahan yang mereka harapkan, yaitu kemajuan film nasional. Selain BERGANTUNG PADA PEMERINTAH, mereka juga merengek tentang pajak tersebut dengan membawa-bawa pajak film luar. Saya tidak tahu apakah itu supaya film mereka bisa lebih laku dengan harapan pemerintah membatasi masuknya film luar, yang ujung2nya tidak beredar film luar keluaran studio2 besar hollywood (film summer). Tapi dari komentar-komentar beberapa artis dan sutradara Indonesia, saya menangkap bahwa selain bergantung pada pemerintah dalam membuat film bermutu, mereka juga TIDAK BERANI BERSAING DENGAN FILM LUAR. Benar2 sikap yang memalukan bagi seorang seniman film yang menunjukkan sikap pengecut dan backstabbing (karena mereka menghujat film luar tapi suka nonton film luar -_-‘)

6. Kurangnya Dukungan Pemerintah

Dukungan pemerintah yang saya maksud bukan dalam membuat film tersebut, tapi mendukung dalam bentuk MENYELESAIKAN KRISIS FILM LUAR INI SECEPAT MUNGKIN SECARA BIJAKSANA. Saya menuntut hal tersebut karena merupakan win-win solution bagi pemerintah - film luar - film lokal -penonton. PEMERINTAH merasa mendapatkan haknya secara layak, yaitu pembayaran atas utang importir dimana pemungutan utang dilakukan secara kekeluargaan, yaitu importir FILM LUAR memenuhi kewajibannya membayar pajak dan utang pajaknya sementara ia boleh MENGIMPOR FILM LUAR, yang menjadi pembelajaran bagi sineas Indonesia dalam meningkatkan kualitas FILM INDONESIA dan tentunya menjadi hiburan yang memuaskan bagi PENONTON.

Kurang lebih itulah 6 alasan tersebut. Saya tidak membuat artikel ini untuk mendiskreditkan pihak2 tertentu, tetapi karena saya ingin mengutarakan pemikiran saya mengenai krisis film impor yang terjadi dan memberikan sebuah opsi penyelesaian dari permasalahan tersebut yang dapat dijadikan bahan pemikiran oleh pihak2 yang terlibat dalam permasalahan ini. Karena permasalahan ini sudah tidak bisa dianggap sepele lagi, dimana sudah berlangsung selama 1/2 tahun dan masih belum berakhir sampai sekarang. Permasalahan ini apabila tidak diselesaikan dalam waktu dekat juga bisa mengancam masa depan perfilman Indonesia, mengancam karyawan2 bioskop yang berada di ambang kebangkrutan, dan mengancam citra pemerintah di mata masyarakat Indonesia dan masyarakat internasional. Sekali lagi, mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi teman2

The World Knows About Our Movie Tax Problems


Semenjak Singapore mengadakan promosi "Movie-Cation Passport" khusus untuk turis dari Indonesia yang hingga kini telah terjual lebih dari 220 passport, berita mengenai masalah pajak film ini terus beredar luas hingga di seluruh negara besar di dunia mulai dari UK, US, China, Australia, Malaysia, dan masih banyak lagi.
Berikut beberapa situs berita yang memuat kasus yang telah berlangsung di Indonesia semenjak 18 Februari 2011 lalu [link] :

ACCESS-ATLANTA, USA
NEWSDAY, USA
THE WASHINGTON POST, USA
BLOOMBERG, USA
ABC NEWS, AUSTRALIA
XIN-HUA, CHINA
GUARDIAN, UK
SAN FRANCISCO CHRONICLE, USA

thanks to : gerakan 1 juta orang butuh film bermutu

MISSION IMPOSSIBLE IV : GHOST PROTOCOL TRAILER


Trailer pertama dari Mission Impossible 4 (MI4) akhirnya dirilis oleh Paramount dan langsung mendapatkan respon positif dari penggemarnya. Mission Impossible adalah salah satu franchise film action-spionase yang saya sukai sejak kecil (ups) selain James Bond. Hal yang paling saya sukai tentu saja adegan aksi-nya yang mindblowing dan benar - benar impossible, belum lagi music theme-nya yang khas sangat memorable.
Namun, perlu diketahui lebih lanjut bahwa MI4 adalah film terakhir Ethan Hunt (Tom Cruise) yang kemudian perannya akan digantikan oleh Agent Brandt (Jeremy Renner). Jadi bisa dibilang MI4 adalah film semi-reboot dari franchise MI di mana film ini nantinya akan menjadi ajang perkenalan Agen Brandt dan menyudahi peran Ethan Hunt [semoga mengerti :hammer]. 
Left to Right : Jeremy Renner - Tom Cruise - Paula Paton
Brad Bird kini dipercaya untuk menggantikan J.J Abrams (meski J.J Abrams masih menjadi Producer film ini) duduk di kursi sutradara. Bagi yang tidak tahu, Brad Bird adalah sutradara film animasi superhero keluaran Disney Pixar, The Incredibles dan film ini adalah debut pertamanya dalam menyutradarai film live action. Semoga MI4 ini bisa melancarkan jalan Brad Bird untuk menjadi sutradara berbakat papan atas Hollywood layaknya J.J Abrams yang kebetulan juga terangkat pamornya berkat MI3 yang menjadi ajang debut penyutradaraan pertamanya untuk film layar lebar. Terbukti, kini J.J Abrams menjadi salah satu sutradara yang patut diperhitungkan berkat 2 film berikutnya, Star Trek dan Super 8, yang sukses baik secara komersil dan kualitas.
Michael Nyqvist ("the Girl with the Dragoon Tattoo" versi Swedia)
akan berperan menjadi villain di film ini.
Menilik dari trailernya, MI4 bisa dipastikan memilik banyak adegan aksi yang lebih dahsyat dari seri - seri pendahulunya. Kabarnya, beberapa adegan aksi dalam MI4 di-shoot dengan menggunakan kamera IMAX, salah satunya adalah adegan saat Tom Cruise menjadi "Spiderman" menaiki gedung tertinggi di dunia saat ini, Burj Khalifa, Dubai. Tom Cruise pun juga membuktikan bahwa ia adalah superstar yang masih patut diperhitungkan. Sementara Jeremy Renner masih belum menunjukkan "kelayakannya" menggantikan Tom Cruise dalam trailer perdana MI4 ini. Namun, dengan berbagai prestasi yang telah diraihnya, termasuk memperoleh piala Oscar berkat perannya dalam The Hurt Locker, tampaknya Jeremy Renner bisa dibilang layak menggantikan Ethan Hunt. Walau bagi saya dan para fans MI, Tom Cruise tak tergantikan.

Fakta menarik lainnya, apabila anda cukup jeli dan telah melihat seri - seri MI sebelumnya, Ethan Hunt kembali berambut panjang di film ini. Dalam MI 1 Ethan berambut pendek, kemudian di MI2 ia berambut panjang, MI3 kembali berambut pendek dan dalam MI4 berambut panjang lagi.

Mission Impossible IV : Ghost Protocol akan dirilis 16 December 2011 dalam format 2D dan IMAX. Semoga saja, masalah pajak film sudah selesai bulan December nanti karena MI4 diproduksi dan didistribusikan oleh Paramount (termasuk dalam MPAA).

Jun 27, 2011

PIRATES OF THE CARIBBEAN ON STRANGER TIDES REVIEW

JACK SPARROW CURED FROM HIS INSANITY
[this review is part of my previous post --> Movie Trip]
Semenjak debutnya lewat Pirates of the Caribbean : Curse of the Black Pearl tahun 2003 lalu, Pirates of the Caribbean (PotC) langsung menjadi salah satu franchise terlaris sepanjang masa dan sequel - sequelnya telah memecahkan rekor box office di seluruh dunia. Meski Disney sempat mengklaim bahwa PotC series berakhir di "At World's End", sequel ke-empat petualangan Jack Sparrow pun dirilis Mei tahun ini (kalo dipikir - pikir bodo amat kalo Disney mau melepas mesin uangnya begitu saja :P). Sutradara Gore Verbinski pun diganti oleh Rob Marshall yang berhasil membawa film "Chicago" memenangkan Oscar.
Dan keputusan Disney untuk melanjutkan franchise PotC sangat tepat, karena setelah sebulan berlayar di berbagai bioskop di seluruh penjuru dunia (kecuali Indonesia karena film - film horror-sexnya yang lebih bagus daripada film - film Hollywood) PotC 4 telah berhasil meraup pendapatan sebesar $985,160,000 di seluruh dunia yang nantinya akan masih bertambah (saya berani bertaruh, kalau PotC ditayangkan di Indonesia Mei lalu pasti sekarang jumlah pendapatannya sudah menembus angka $990 million).
Keuntungan boleh besar, tetapi apakah kualitas PotC masih setara dengan seri - seri sebelumnya?
Hector Barbossa
Jack Sparrow dan Mr. Gibbs kini tengah berpetualang mencari "The Fountain of Youth". Sayangnya, Mr. Gibbs tertangkap dan tengah diadili di London karena ia adalah seorang bajak laut. Jack Sparrow berusaha menyelamatkan rekannya tersebut namun gagal dan dibawa menghadap ke King George II. King George II ternyata menginginkan Jack Sparrow untuk bergabung dengan ekspedisinya mencari The Fountain of Youth sebelum ditemukan oleh Spanyol. Ekspedisi itu dipimpin oleh musuh lama Jack, Hector Barbossa, yang ternyata telah kehilangan Black Pearl, kapal kesayangan Jack, dan kakinya sendiri. Jack marah dan berhasil melarikan diri.
Jack terdampar di sebuah bar dan bertemu dengan ayahnya. Ayah Jack memberitahu bahwa Jack tengah dijebak oleh seseorang yang mengaku sebagai "Jack Sparrow" yang sedang mencari crew kapal. Dan di sanalah ia bertemu kembali dengan cinta lamanya, Angelica, yang menyamar sebagai Jack Sparrow.
Ternyata, Angelica diutus oleh ayahnya, Blackbeard, seorang bajak laut kejam yang menguasai sihir Voodo dan sedang mencari The Fountain of Youth.
Maka dimulailah kisah perebutan the Fountain of Youth antar pihak Inggris, Spanyol, Blackbeard, dan Jack Sparrow sendiri.
HHHHHAAAAAANNNNNGGGGGG!!!
Apabila sipnosis di atas menumbuhkan rasa penasaran anda untuk menonton film ini, anda tidak sendirian. Semenjak debut trailer pertamanya, para fans dan penggemar film menyambut positif sequel terbaru PotC ini karena petualangan terbaru captain Sparrow ini tampak sangat seru dan imajinatif dengan kemunculan makhluk - makhluk fantasi seperti putri duyung, zombie, blackbeard, dan lain - lain. Belum lagi inti kisahnya sendiri tampak menarik : mencari sumber mata air yang bisa memberi kehidupan abadi.
Sayang sekali, sequel terbaru PotC ini malah terasa hambar dan tampaknya sudah kehabisan ide. Plot yang disuguhkan memang menarik, tetapi tidak berkembang dan cenderung berdiam di tempat padahal durasinya cukup panjang. Si penulis naskah juga bingung bagaimana harus menyuguhkan kisah petualangan seru mencari harta karun. Dari durasi 140 menit, bagi saya hanya ada 2 adegan yang benar - benar menarik yaitu kemunculan para putri duyung dan ketika Jack Sparrow melarikan diri di awal film. Jadi, bagi yang mengharapkan petualangan Jack Sparrow mencari Fountain of Youth akan seperti petualangan harta karun kebanyakan (atau paling tidak seperti film - film sebelumnya), bersiap - siaplah untuk kecewa. Tidak akan ada pemecahan teka - teki yang menarik, ataupun pintu rahasia, makhluk penjaga yang ganas maupun plot twist, seperti dalam film perburuan harta karun kebanyakan : Tomb Raider, Indiana Jones series, National Treasure, The Mummy, dll.
Philip and Syrena
Mengenai characternya sendiri, character - character baru yang dihadirkan dalam PotC tidak berhasil mengambil hati penonton. Philip dan Syrena tampak seperti pengganti Elizabeth dan Will namun kisah cinta mereka tidak semenarik kisah Elizabeth dan will. Kemudian, Jack Sparrow tidak segila dan tidak selucu seperti di seri - seri sebelumnya. Sifat unpredictable-nya malah hilang sama sekali. Johnny Depp sendiri, walau masih briliant dan menyenangkan, terkesan agak jenuh dalam memerankan Jack. Tokoh Angelica juga tidak berhasil memberi nafas segar dalam franchise ini. Blackbeard mungkin adalah tokoh antagonis baru yang paling kejam sekaligus paling "payah". Kita tidak tahu mengenai masa lalu Blackbeard atau bagaimana ia bisa mendapatkan kekuatannya tersebut, tidak seperti Barbossa dan Davy Jones yang dijelaskan asal - muasalnya.
Angelica, Jack, and Blackbeard
Kekecewaan belum berhenti sampai di sini. Memang adegan aksi yang disuguhkan cukup seru dan menghibur terutama pada awal film, namun adegan - adegan tersebut tidak kocak, dahsyat dan memorable, yang bisa dibilang, telah menjadi trademark Pirates of the Caribbean series.
Action sequences on the first 30 minutes
Overall, penggantian Sutradara benar - benar sangat berpengaruh. Sequel terbaru PotC ini memang bisa dibilang tontonan yang menghibur namun serasa kehilangan "nyawa" dan tekesan datar. Sebagai penggemar berat PotC series, saya sangat kecewa dengan installment terbaru PotC ini. Beberapa hal yang benar - benar saya sukai dari film ini hanyalah 30 menit awal film yang terasa seperti PotC series yang saya kenal, musiknya yang masih enak didengar, Johnny Depp (tentu saja!) dan adegan pertarungan dengan Putri Duyung yang mendebarkan.
Untuk lebih mudahnya, transisi PotC ini seperti transisi The Mummy 1,2 ke The Mummy 3, yang juga terasa sangat berbeda baik secara kualitas maupun pengeksekusiannya.
Bagi saya, On Stranger Tides adalah The worst PotC yet.
Rating : 2 out of 5 Stars

Jun 26, 2011

SUPER 8 REVIEW : SUPER 8 IS SUPERB

Super 8 Ticket =)
Mungkin banyak di antara kalian yang belum pernah mendengar atau tidak tahu mengenai film berjudul "Super 8". Hal ini dapat dimaklumi karena Super 8 adalah film orisinil yang tidak diadaptasi dari comic / novel dan marketing-nya sendiri tidak gila - gilaan. Bahkan posternya sendiri (bisa dilihat di atas) sangat sederhana, tidak jelas, dan tidak menarik perhatian. Namun, di kalangan pecinta film, Super 8 adalah film yang dinanti - nantikan karena, yang pertama : trailernya yang dahsyat dan sangat misterius, kedua : disutradarai oleh J.J Abrams, salah satu sutradara genius favorit saya yang sukses mereboot franchise Star Trek, dan diproduseri oleh Steven Spielberg (haayyoo sapa yang ga kenal kakek satu ini?). Saya pribadi, sudah menantikan film ini semenjak debut teaser trailer pertamanya musim panas tahun lalu :
Setelah melihat teaser trailer di atas, siapa yang tidak tertarik? Hehehe
Ohio Town, 1979.
Joe, seorang bocah berusia (kurang lebih) 10-12 tahun, baru saja kehilangan ibunya yang meninggal karena kecelakaan. Hubungannya dengan sang ayah, Jackson, kurang baik sebab ayahnya adalah seorang polisi yang sibuk dan disiplin. Suatu hari, Joe dimintai tolong untuk menjadi Make-Up Artist oleh temannya, Charles, yang kala itu hendak membuat film horror zombie. Syuting dilakukan pada malam hari di sebuah stasiun kereta api bersama dengan teman - teman lainnya, Alice (yang ternyata memiliki bakat akting memukau), Martin, dan Preston. Namun, saat syuting tengah berlangsung, terjadi kecelakaan kereta api maut yang membuat hampir seluruh gerbong kereta api meledak. Paska kecelakaan kereta api itu, mulai terjadi kejadian aneh dan tak lazim di kota tersebut. Lambat laun, mereka mulai menyadari bahwa kereta api itu mengangkut sesuatu yang mengerikan dan tak terduga.
AMAZING. Ya, itulah kata yang terbesit pertama kali di ketika credit title mulai bergulir. Super 8 berhasil melebihi ekspetasi saya. Film ini bukan hanya sekedar menawarkan adegan - adegan menengangkan seperti film monster ga jelas yang sering meramaikan bioskop (sejak februari 2011 meramaikan toko DVD bajakan :P), melainkan juga menyuguhkan kisah cinta, drama yang menyentuh, plot twist, dan pendalaman karakter yang sangat baik. Bahkan ada beberapa adegan yang bisa menguras air mata penonton yang berhati peka. Sesuatu yang sangat jarang ditemui di film bertema seperti ini.
Kisah yang diangkat Super 8 ini sebenarnya tidak baru di dunia perfilman, namun sutradara J.J Abrams berhasil memvisualisasikan naskah yang juga ditulisnya sendiri dengan baik lewat alur cerita yang mengalir dengan pas, misterius, cinematography yang indah dan tidak membosankan, sehingga ide yang biasa ini berhasil dikemas sedemikian rupa hingga menjadi tontonan yang luar biasa menghibur dan menarik. Selain itu, apabila di antara kalian yang sudah menonton E.T atau film - film jadul karya Steven Spielberg pasti akan sedikit bernostalgia saat menyaksikan film ini dan beberapa adegan pun mengingatkan saya akan E.T (ntah penonton yang lain bagaimana :P). Permainan cahaya "lens flare" yang merupakan ciri khas sutradara J.J Abrams juga memberikan nilai plus tersendiri dari film ini dan kemunculannya di beberapa adegan serasa sangat pas.
Visualisasi yang indah tidak lengkap apabila tidak dibalut dengan musik yang baik. Musisi langganan Disney-Pixar, Michael Giacchino, menyuguhkan alunan musik yang sangat indah, memorable, pas dan bisa dibilang, Score film terbaik yang pernah saya dengar tahun ini.
Akting para bintangnya pun patut diacungi jempol terutama Joel Courtney dan Elle Fanning (adik Dakota Fanning) yang memerankan Joe dan Alice. Meski masih belia dan sangat minim pengalaman, mereka berdua berakting baik dan natural.
Overall, meski cukup predictable dan kisah yang ditawarkan bukan hal yang baru, Super 8 adalah salah satu film summer blockbuster terbaik dan memuaskan tahun ini yang sangat sayang untuk dilewatkan. Saya tidak segan - segan memberi nilai sempurna untuk film ini karena Super 8 telah menjadi salah satu film favorit saya.
RATING : 5 out of 5 Stars

TONY ARIF TALKS ABOUT TRANSFORMERS 3 INDONESIA RELEASE DATE

Anak-anak berlarian di arena Main Atrium Senayan City, Jakarta, terutama sekitar autorobot Bumble Bee. Tidak cuma anak-anak yang terkagum-kagum, tapi juga banyak orang dewasa yang ingin mengambil foto bersama dengan sosok raksasa Bumble Bee yang terbilang langka. 
Ada empat karakter di film Transformer ketiga atau terbaru bertajuk Dark of the Moon yang datang. Mereka yakni Optimus Prime, Bumble Bee, Skids, dan Silver Shield. 
Menurut Director Marketing & Sales PT Newboy Indonesia Manmeet Singh, distributor Hasbro, robot yang didatangkan pihaknya tergolong orisinal yang digunakan dalam film tersebut. Hebatnya lagi, kedatangan mereka ke Indonesia adalah kali pertama dalam tur promosi film yang akan rilis di seluruh dunia pada 29 Juni nanti itu. 
Setelah sebulan dipajang di Senayan City, mereka akan kembali terbang ke negara Asia lainnya seperti Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. 
Mendatangkan raksasa autorobot itu juga bukan hal gampang. Pada 2009, sejatinya Sing telah mencoba mendatangkan mereka tapi gagal. Soalnya, apalagi kalau bukan banyaknya negara yang telah memesan terlebih dulu. 
Berbekal pengalaman itu, Singh telah mengajukan permohonan kepada Hasbro pusat sejak dua tahun lalu. Akhirnya, Indonesia kali ini ditunjuk sebagai negara pertama tahun ini untuk kedatangan anggota Transformer. 

Apakah penunjukan Indonesia itu ada kaitannya dengan kisruh film Hollywood di sini? Tidak ada yang tahu pasti. Bahkan, kehadiran bintang Transformer di Indonesia juga belum memastikan filmnya akan ditayangkan di sini. 
"Berdoa saja deh. Semoga filmnya nanti bisa masuk pada 29 Juni," tutur Tony Arief dari PT Camila Internusa Film, distributor film Hollywood. 
Tony berharap dengan antusiasme warga melihat tokoh Transformer juga memborong pernak-perniknya seperti kaos, tas, tempat makan, tempat minum, mobil mainan, dan boneka Transformer bisa mengetuk hati pemerintah untuk segera meluruskan benang kusut perfilman Amerika. Meskipun tidak tahu nantinya pihaknya bisa menayangkan film Transformer terbaru, ia tetap mantap berkata, "The show must go on." 

Optimus Prime to (our) Governments : "You've made a great mistake"
Kehadiran para Transformer diharapkan Senayan City pula untuk meramaikan liburan sekolah dan menggebrak pembukaan The Phenomenal Midnight Shopping yang berlangsung Jumat (24/6) hingga Minggu (26/6) dalam rangka Festival Jakarta Great Sale 2011. Apalagi, belanja tengah malam yang digagas pertama kali oleh mal yang terletak di Jalan Asia Afrika Lot 19 Jakarta Selatan itu sejak 2006 pada waktu yang sama juga digelar enam mal lainnya. 
Dengan aksi Transformer tersebut, "Kami tetap mempunyai keunikan tersendiri dalam Midnight Shopping kali ini di samping adanya segunung tawaran diskon lain yang lebih menarik," tutur Veri Y Setiadi, Marketing Director Senayan City. 
Itu terbukti dari pengakuan beberapa pengunjung yang datang ke mal tersebut. Misalnya, Andi, 45, yang tinggal di daerah Simprug, Jakarta Selatan dan membawa istri, Lisa, 40, serta dua jagoannya, Rizki, 12, dan Riza, 10. 
"Kebetulan istri saya telah mengincar midnight shopping Senayan City sejak dulu. Apalagi 
sekarang ada Transformer, wah tambah anak-anak saya juga suka. Jadi, lihat Transformer sekalian belanja," ungkap Andi sambil tersenyum, Sabtu (25/6). 
Lisa menambahkan bahwa dirinya amat senang dengan kehadiran Transformer di Senayan City. "Saya bisa berbelanja dan anak-anak bisa bermain di sini dengan Transformer. Setelah tahu ada Transformer, malah anak-anak yang semangat mengajak orang tuanya ke sini," ucapnya. 
Andi dan Lisa berharap dengan kehadiran Transformer ke Indonesia, film tersebut dapat tayang di bioskop sehingga bisa menghibur masyarakat. Semoga.
source


Comments :
Lucu ya, Indonesia ditunjuk sebagai negara pertama yang dikunjungi Tour Promosi Transformers 3, tetapi filmnya sendiri TIDAK JELAS kapan akan tayang di Indonesia. Dan kenapa direktur PT. Camila baru berbicara sekarang? 
Dari perkataannya di atas, "Berdoa saja deh. Semoga filmnya nanti bisa masuk pada 29 Juni," apakah ini berarti PT Camila berniat membayar utangnya dalam waktu dekat? Karena tentu saja si direktur tahu kalau PT Camila belum mau membayar utangnya, film Transformers 3 dan film blockbuster lainnya tidak akan tayang.

Jun 25, 2011

RUMOR PATROL : TRANSFORMERS 3 WILL COME TO INDONESIA ON JULY 1ST?!

Screenshot di atas saya ambil dari facebook fanpage Star Movies VIP Access. Di situ tertera release date untuk Indonesia adalah 1 July 2011 yang tidak lain adalah pekan depan. Perlu diketahui bahwa VIP Access bukanlah acara TV sembarangan dan selalu membawa berita terbaru dan bisa dipercaya.
Memang bagi para pecinta film yang setia mengikuti berita tentang pajak film (termasuk saya) hal ini sangat tidak masuk akal mengingat kisruh pajak film ini belum usai : PT. Camilla dan PT. Satrya, importir film - film dari studio big six yang tergabung dalam MPAA, BELUM membayar utang pajaknya yang senilai Rp 300 milyar. Dan untuk urusan impor film ke Indonesia dan penyensoran film di LSF juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit yaitu 2 - 4 minggu.
TETAPI...
Kebetulan ada pula yang posting berita seperti di atas beberapa jam sebelum VIP Access meng-update berita (postingan tersebut dicopy dari pernyataan seseorang di facebook fanpage Blitzmegaplex). Screenshot ini saya ambil dari kaskus.
Selain itu, kemarin Jumat, 24 Juni 2011, menteri kebudayaan kita sekali lagi menipu rakyatnya memberi pernyataan bahwa MINGGU DEPAN film MPAA akan bisa kembali meramaikan bioskop tanah air.
Dengan segala kebetulan ini, walau sangat tidak masuk akal, kita para pecinta film, sekali lagi, hanya bisa berharap dan siapa tahu keajaiban terjadi seperti 21Cineplex yang ingin membuat kejutan, mungkin? 

[Untuk menyurutkan rasa bahagia anda, silakan klik --> LINK <-- ini :D]
P.S : semoga besok sudah di-update *ngarep.com*

Source : 

FRIENDSHIP (2011) THAILAND

FRIENDSHIP
Genre : Drama, comedy
Cast : Mario Maurer
Release Date : July 3, 2008 (Thailand), August 2011 (Indonesia, Blitzmegaplex exclusive)
Ntah karena kehabisan film atau untuk mengeruk uang dari fans Mario Maurer, Friendship, film Thailand yang rilis tahun 2008 silam akan dirilis oleh Blitzmegaplex bulan Agustus nanti. Melihat dari trailernya, film ini tampak cukup menjanjikan dan akan menjadi film alternatif yang layak ditonton. Bagi para pecinta film yang fanatik dengan Hollywood, jangan meremehkan film Thailand karena mereka sudah berkembang pesat. Terbukti "Hello Strangers" dan "A Crazy Little Thing Called Love" yang kualitasnya cukup baik dan menjadi hits di beberapa negara. Bahkan film Thailand yang berjudul "Uncle Bonmee Who Can Recall His Past Lives" berhasil memenangkan penghargaan Palme d'Or.

Sypnosis :
Singha menerima telpon dari Jack, seorang teman dari sekolahnya. Jack mengadakan sebuah reuni sekolah di mana Sigha bertemu kembali dengan teman-temannya kembali, termasuk Song (pemilik toko kelontong), Kanda (istri Song, seorang wanita gemuk yang berpikir dia begitu sengit), Jud Duang (seorang aktor terkenal)Pong (seorang DJ yang suka menceritakan kisah-kisah horor), dan Jack (pria keren dan artistik yang bekerja sebagai stylist untuk sebuah majalah papan atas). Ketika seluruh kelompok ini bertemu lagi, Singha teringat kembali memori - memori menyenangkan semasa sekolahnya dulu. Percakapan seru berlangsung selama reuni tersebut, sampai kemudian Signha mulai bercerita tentang kisah cinta pertamanya, Mituna, seorang siswi baru yang ditransfer beberapa tahun lalu silam. 
Trailer :



SINGAPORE CINEMAS REVIEW


Sebelumnya, post ini bukan untuk menjelek - jelekkan sebuah bioskop, melainkan hanya sebuah review jujur beberapa bioskop di Singapore berdasarkan pendapat saya sendiri. Post ini mungkin bisa sedikit membantu bagi para pecinta film yang hendak menonton film - film blockbuster di Singapore. Dan seperti biasa, klik image untuk ukuran lebih besar.

Golden Village Vivo City : The Unique Stairs
1. GOLDEN VILLAGE VIVO CITY
Location : Vivo City (Mall) Level 2, Sentosa
MRT Station : Harbour Front
Ticket Price (Monday - Thursday) : $8 (regular / digital); $11 (3D)
Ticket Price (Friday - Sunday / public holiday) : $10.50 (regular / digital); $14 (3D)
Bagian dalam studio GV Vivo City
PROs :
- Merupakan bioskop favorite saya di Singapore.
- Terletak di dalam Mall yang memiliki MRT Station.
- Layar besar.
- Kursi cukup lebar, memiliki headrest, dan sangat nyaman. Armrest bisa diangkat sehingga bisa menjadi couple seat.
- Legroom yang luas. Cocok untuk penonton bertubuh tinggi.
- Interior gedung bagus, bersih dan cukup berkelas serta eksklusif karena terpisah dari toko dan restoran (seperti XXI, lebih mudahnya)
- Mengadakan promosi "Movie-Cation Passport" khusus untuk orang Indonesia. Nonton 8 film maka anda akan mendapatkan 1 tiket gratis menonton di GV Gold Class (mirip The Premiere di XXI).
- Sistem one gate, yang memungkinkan para penonton untuk menyelinap masuk ke studio lainnya (asal tidak ketahuan).
- Memiliki GV Max, merupakan studio dengan kapasitas penonton terbesar di Singapore (602 seats). Selain itu juga memiliki salah satu layar bioskop terbesar di Asia (non-IMAX).
Golden Village Vivo City
CONs :
- Tidak bisa memilih kursi sendiri (tetapi si penjual tiket akan memberi kursi terbaik atau mendeskripsikannya untuk anda)
- Sound system standard.
- Jalan keluar dari studio menuju ke Mall cukup membingungkan dan jelek (sangat tidak mengganggu sebenarnya).
- Terlalu banyak iklan yang diputar sebelum pertunjukkan dimulai. (mencapai hampir 30 menit dan tergantung kapasitas penonton)
- Banyak Studio yang sedikit kapasitas penontonnya. Sehingga tiket akan cepat habis.
- Vivo City terletak cukup jauh dari Orchard Road dan berada di luar kota Singapore.

Rating : 4 out of 5 stars


Cathay Cineleisure Orchard
2. CATHAY CINELEISURE ORCHARD
Location : Levels 4, 5, 6 & 9 Cathay Cineleisure Orchard, 8 Grange Road.
MRT Station : Somerset.
Ticket Price (Monday - Thursday) : $8 (regular / digital); $11 (3D) - blockbuster +$0.5
Ticket Price (Friday - Sunday / public holiday) : $10.50 (regular / digital); $14 (3D) - blockbuster +$0.5
Cathay Cineleisure Orchard : The Gate
PROs :
- Menggunakan sound system Dolby Surround Sound 7.1 sehingga kualitas suara (sedikit) lebih dahsyat.
- Memiliki couple seat.
- Interior studio yang unik. Lain dari yang lain.
- Lokasi bioskop yang sangat strategis karena terletak di tengah Orchard Road dan sangat dekat dengan Hotel Meritus Mandarin. Sangat cocok untuk para pecinta film yang jarang ke Singapore.
Cathay Cineleisure Orchard : The Studio
Cathay Cineleisure Orchard : Small Screen
CONs :
- Kursi sempit dan tidak memiliki headrest sehingga kepala mudah lelah dan tidak cocok untuk nonton marathon.
- Legroom tidak seluas GV Vivo City.
- Layar kecil.
- Susunan kursi yang buruk sehingga akan terlihat bayangan - bayangan kepala penonton yang sangat mengganggu (bahkan jika anda tinggi sekalipun).
- Banyak anak muda yang terkesan tidak niat nonton karena mereka ramai dan banyak yang main HP.
- Gedung bioskop bercampur dengan restoran dan toko - toko lainnya. Sehingga terasa kurang eksklusif (tidak seperti XXI, lebih mudahnya)
- Studio terpisah di beberapa lantai sehingga cukup membingungkan bagi yang pertama kali ke sana.
- Harga tiket film Blockbuster lebih mahal $0.5 (tidak terlalu berpengaruh sebenarnya)
- Bisa memilih kursi sendiri.

Rating : 3 out of 5 stars

Shaw Theatres Lido IMAX
3. SHAW THEATRES LIDO
Location : 350, Orchard Road, 5th - 6th floor, Shaw House (di dalam Isetan, gedung terletak di depan Wheelock Place dan Ion. Bukan Isetan Wisma Atriya)
MRT Station : Orchard
Ticket Price (Monday - Thursday) : $8 (regular / digital); $11 (3D); $17 (IMAX); $19 (IMAX 3D)
Ticket Price (Friday - Sunday / public holiday) : $10.50 (regular / digital); $14 (3D); $20 (IMAX); $22 (IMAX 3D)
Shaw Lido IMAX movie ticket
Untuk Shaw Theaters Lido, saya baru mencoba IMAX. Sehingga saya hanya bisa mereview studio IMAX dan gedung bioskopnya saja.
Shaw Theatres Lido IMAX Studio
Panggung untuk Even di Shaw Lido
Design Lobby Shaw Lido yang berkelas dan minimalis
Akan ada penjaga di tiap pintu masuk Studio.
Sehingga tidak memungkinkan untuk menyelinap seperti di
GV Vivo City
PROs :
- Gedung baru direnovasi sehingga interior-nya bagus dan berkelas.
- Satu - satunya bioskop di Singapore yang memiliki studio IMAX dengan teknologi terbaru.
- Bisa memilih kursi sendiri.
- Kursi studio IMAX tidak keras dan tidak empuk, baik untuk kesehatan tulang punggung. Saya rasa untuk kursi kemungkinan sama untuk seluruh studio-nya.
- Sound System IMAX menghasilkan kualitas suara terbaik yang pernah saya dengar.
- Layar IMAX sangat besar, jernih, dan kualitas gambarnya sangat bagus.
- Menonton trailer Transfomers 3 dalam format IMAX 3D benar - benar tak terlupakan :P
- Alih - alih memutar musik classic atau lagu jazz, Shaw lebih memilih untuk memutar musik/lagu soundtrack film (yang saya dengarkan : Twilight, Narnia, Inception, James Bond Theme, The Dark Knight)
IMAX 3D Glasses
CONs :
- Ukuran studio IMAX tidak sebesar yang saya bayangkan.
- Kacamata IMAX 3D jika dipakai akan terasa terlalu dekat dengan mata.
- Harga tiket IMAX cukup mahal.

Rating : 4 out of 5 Stars

***

Sekian review saya mengenai beberapa bioskop di Singapore yang berada di daerah turis dan apabila ada perbedaan pendapat, harap dimaklumi. Overall, saya menganjurkan untuk menonton di Golden Village Vivo City bagi para pecinta film yang berniat untuk melakukan Movie Trip di Singapore karena bagi saya, kualitas bioskopnya benar - benar memuaskan. 
Meski demikian, bagi yang sudah mencoba bioskop - bioskop di atas, tidak berlebihan apabila mengatakan kalau XXI lebih bagus daripada bioskop di atas. Selain harga tiketnya yang tergolong murah, interior XXI lebih bagus dan mewah, serta kualitas studio-nya (layar, kursi, sound system) juga tidak kalah bagus.
Semoga kisruh pajak film ini cepat usai sehingga kita, para pecinta film, tidak perlu lagi membuang banyak uang hanya untuk menonton bioskop di Singapore serta tidak perlu lagi stress setiap hari karena tidak adanya film blockbuster di bioskop Indonesia.

Jun 24, 2011

CAPTAIN AMERICA NEWEST TRAILER

Trailer terbaru untuk The First Avenger : Captain America telah dirilis oleh Paramount. Sampai saat ini, Paramount berhasil membangun respon positif seputar film Captain America ini dan tidak perlu diragukan lagi kalau film ini akan berhasil menumbangkan Harry Potter dari tahtanya di Box Office tanggal 22 Juli nanti.
Dalam trailer terbuaru ini, kita akan disajikan banyak elemen cerita yang baru seperti peran Howard Stark (ayah Tony Stark) yang besar, Steve Rogers yang dipilih untuk mengikuti project super soldier rahasia milik pemerintah karena jiwa patriot-nya yang luar biasa, maupun sedikit bocoran mengenai tokoh antagonis, Red Skull dan pasukan HYDRA-nya. Selain itu, disajikan pula adegan - adegan aksi baru yang memukau dan penuh ledakan yang sebelumnya belum ada di trailer pertama maupun TV Spot.


Selain adegan aksi dan visual effects yang baik, setting tempat serta kostum Captain America juga didesain dengan bagus dan tampak realistis. Dilihat dari trailernya, Chris Evans tampaknya berhasil membuang jauh mimik peran remaja-ceria yang sering diperankannya. Hugo Weaving juga pantas memerankan Red Skull. Selain itu, keterlibatan Tommy Lee Jones dan Stanley Tucci yang kualitas aktingnya sudah tidak diragukan lagi menambah nilai plus pada film ini.
Sehingga, sangat disayangkan apabila Captain America dilarang berkunjung ke Indonesia bulan depan =)

Captain America siap melakukan tour keliling dunia (kecuali ke Indonesia) mulai tanggal 22 July, 2011 nanti.

[BONUS] CAPTAIN AMERICA MOVIE POSTERS :

[click image for larger size]





GREEN LANTERN REVIEW [exclusive]


Green Lantern merupakan salah satu film Superhero yang rilis musim panas tahun ini. Namun, tidak seperti film - film superhero kebanyakan yang dinanti - nantikan banyak orang, Green Lantern lebih banyak menuai "kontroversi" akibat visualisasi-nya yang bisa dibilang tidak sesuai dengan yang diharapkan para fans. Tidak ingin  negative buzz ini berlangsung terus menerus yang ujung - ujungnya bakal mempengaruhi pendapatan di Box Office, Warner Bros mengerahkan tim marketing-nya untuk melakukan promosi gila - gilaan seperti berbagai macam trailer, clip, TV spot dan mengucurkan dana tambahan untuk menyempurnakan visual effect film ini. Hasilnya, memang berhasil menumbuhkan reaksi positif. Namun apakah filmnya sendiri berhasil memenuhi harapan para fans? Let's find out.

Hal Jordan adalah seorang pilot uji coba pesawat tempur yang pekerjaannya terancam akibat aksi nekadnya yang berujung pada kerugian perusahaan bermilyar - milyar dolar. Di tengah masalah yang membuat hidupnya kacau ini, Hal tiba - tiba ditarik oleh semacam kekuatan yang kemudian mempertemukannya dengan Abin Sur, ksatria Green Lantern Corp. terkuat yang sedang sekarat. Abin Sur kemudian mewariskan cincinnya kepada Hal. Hal Jordan kemudian menyadari kekuatan dari cincin itu dan ia kemudian "dipanggil" ke Planet Oa untuk bertemu dengan sang pemimpin Green Lantern, Sinestro dan ia dilatih di sana. Setelah itu, para Green Lantern menghadapi musuh besar yang bernama Parallax. Parallax begitu kuat dan berniat menyerang bumi setelah mendapatkan telepati dari Hector Hammond, seorang ilmuwan yang secara tak sengaja terinfeksi racun Parallax yang terdapat di dalam tubuh Abin Sur. Hal Jordan, yang sudah menjelma menjadi Green Lantern mau tidak mau harus melindungi Bumi.

Apabila sipnosis di atas tampak menjanjikan, well, tidak dengan filmnya. Green Lantern adalah film yang gagal total baik dari segi penceritaan maupun dari segi penciptaan pondasi yang kuat dalam film pertama Green Lantern ini. Si penulis naskah dan pihak creator terlihat terlalu berambisi untuk menciptakan film Green Lantern yang kualitasnya bisa menyamai film - film superhero sukses semacam Iron Man. Akibatnya, terlalu banyak elemen cerita yang dimasukkan tanpa adanya penjelasan yang justru membingungkan penonton. Selain itu, terdapat banyak sekali plot hole dan adegan - adegan membingungkan seperti Green Lantern yang tiba - tiba saja muncul di laboratorium rahasia pemerintah untuk menghentikan Hector maupun asal muasal Parallax yang tidak diceritakan dengan jelas. Bukan itu saja, masih banyak lagi pertanyaan - pertanyaan yang tidak terjawab dari film ini.

Selain penceritaannya yang kacau, karakter - karakter yang ada di film ini juga tidak berhasil dihidupkan dengan baik. Hal Jordan terkesan "go with the flow" sedangkan peran Carol juga tidak terlalu penting. Mark Strong yang memerankan Sinestro dengan cemerlang juga disia - sia-kan karena perannya di film ini juga tidak banyak. Overall, karakter - karakter dalam film ini tidak berkembang serta tdak begitu jelas peran dan motif mereka.

Parahnya lagi, film ini disutradarai oleh sutradara yang cukup berkompeten, Martin Campbell. Terbukti, ia berhasil menghadirkan salah satu film Bond terbaik, Casino Royale, menghidupkan karakter Zorro dalam The Mask of Zorro, dan film debut Pierce Brosnan sebagai Bond dalam Goldeneye yang juga dipuji - puji kritikus. Sutradara berbakat namun apabila jika tidak didukung dengan naskah film yang baik, tentu saja hasil akhir filmnya tidak memuaskan, bukan?
Mengenai Visual Effects-nya memang cukup dahsyat, meski kostum CGI Green Lantern tampak aneh dan kurang menyatu dengan tubuh Ryan Reynolds, terutama topengnya yang kelihatan sekali efek-nya. Adegan aksi-nya sendiri cukup keren dan eye-catching meski terkesan sangat komikal dan kekanak - kanakan.

Overall, Green Lantern adalah film Summer yang sangat mengecewakan, meski tidak separah The Last Airbender tahun lalu. Meski buruk, Green Lantern masih bisa menjadi tontonan menghibur di kala senggang ketika nanti DVD bajakan dengan kualitas gambar bagusnya sudah dirilis. Bahkan tidak berlebihan apabila mengatakan kalau film ini bakal menjadi film terbaik sepanjang masa bagi anak - anak Sekolah Dasar.



RATING : 2 out of 5 STARS