The Beaver Review

8/20/2011 10:32:00 AM

Siapa yang tidak kenal dengan Jodie Foster dan Mel Gibson? Well.. semua pecinta film pasti mengenal 2 bintang papan atas ini. Dan setelah sekian tahun tidak bekerja sama, mereka dipertemukan lagi di film yang berjudul The Beaver, yang uniknya, juga disutradarai sendiri oleh Jodie Foster. Secara kebetulan, di tahun ini juga ada film yang mempertemukan kedua bintang papan atas yaitu Larry Crowne yang dibintangi Tom Hanks dan Julia Roberts. Film ini juga disutradarai oleh bintang utamanya sendiri, Tom Hanks. Bedanya, The Beaver sempat dihujani banyak masalah. Mulai dari pengunduran jadwal rilis hingga membatalkannya masuk bioskop dan langsung straight to DVD (walau akhirnya dirilis juga di bioskop). Dan seperti yang kalian tahu, ada mitos kalau film bermasalah seperti ini akan memiliki kualitas buruk sehingga pihak studio menjadi tidak percaya diri mengenai perilisan film tersebut. Namun apakah mitos tersebut juga berlaku untuk The Beaver? Let's Find Out!
Walter Black adalah seorang pria yang tengah depresi karena kebosanan terhadap keluarga maupun pekerjaannya. Padahal Walter adalah seorang direktur sebuah perusahaan mainan yang diwarisi ayahnya, yang tentunya kaya raya. Suatu hari, Walter menemukan sebuah boneka tangan berwujud berang - berang di tong sampah. Dan sejak itulah, Walter berkomunikasi melalui boneka tersebut. Secara mengejutkan, komunikasi tersebut justru memunculkan sisi Walter yang lain : ramah dan bersahabat. Perusahaannya pun bangkit. Hubungan dengan keluarganya kian membaik. Namun apakah semuanya memang bertambah baik?
Menilik dari sipnosis di atas, kita semua tentu sudah mengerti apa yang ditawarkan The Beaver : sebuah film drama yang menuntut kemampuan akting tinggi untuk membuat karakter - karakternya hidup. Dan Joddie Foster tidak main - main mencari aktor - aktris untuk menghidupkan karakternya, mulai dari Mel Gibson, Anthon Yelchin hingga Jennifer Lawrence dan termasuk Joddie Foster sendiri. Bintang - bintang tersebut terbukti sukses menghidupkan tiap karakternya dengan berakting sangat baik, natural dan membuat para penonton terpikat terus ke layar. Bahkan untuk Mel Gibson sendiri, tampaknya ia layak untuk paling tidak masuk nominasi Oscar tahun depan. Performa-nya ketika memerankan Walter sangat bagus dan menjiwai. Ia tampak depresi, gila, dan sekaligus mengundang simpati dari para penonton.
Sayangnya, selain akting memukau, alur dan naskah The Beaver ini serasa tidak rata. Alurnya terkadang terasa lambat, kadang cepat, dan ceritanya sendiri pun juga tidak begitu berkembang, hal ini bertolak belakang dengan perkembangan dan emosi karakternya yang bagus. Selain itu, klise yang memuakkan dan sudah digunakan beribu - ribu kali di setiap film drama juga masih ditulis di naskah film. Gaya penyutradaraan Jodie Foster, setelah berhenti menyutradarai film selama 16 tahun, juga terbilang biasa - biasa saja, meski ia cukup bisa menunjukkan kegilaan Walter melalui pengambilan beberapa angle yang cukup unik.
Overall, The Beaver bukanlah film buruk, hanya saja ceritanya tidak begitu berkembang sehingga The Beaver hanya menjadi sebuah film character study yang bertabur bintang dengan akting memukau. Jangan terlalu berharap lebih pada ceritanya ataupun adegan yang menguras air mata, walaupun The Beaver punya kesempatan untuk memiliki adegan tersebut.




+Incredible performances.
+Emotional.
+A very good character study movie.

-Uneven script and pace.
-Cliche.
-Flat plot.

VERDICT : Watch it if you have a time or a fans of Jodie Foster and Mel Gibson.

You Might Also Like

0 comments

Just do it.