Colombiana (2011) Review

10/04/2011 01:53:00 PM

Luc Besson mungkin adalah sineas dari Perancis yang paling dikenal di Hollywood, berkat karya - karya fenomenal-nya seperti La Femme Nikita, The Professional, The Fifth Element, The Transporter, Taken, dsb. Meski beberapa karya-nya tidak disukai kritikus, film - film Luc Besson selalu dinantikan penggemar film aksi karena sebagian besar filmnya mengandung adegan aksi yang sangat menghibur. Di bawah bendera studio film miliknya, Europa Corp., Luc Besson terus berkarya (walau tidak selalu duduk di kursi sutradara) dan menghasilkan beragam film Perancis bercita rasa Hollywood. Dan Colombiana adalah salah satu film terbarunya.



Film ini berkisah tentang sepak terjang seorang pembunuh bayaran profesional bernama Cataleya (Zoe Zaldana). Di bawah pengawasan pamannya, Emilio Restrepo (Cliff Curtis), Cataleya selalu berhasil menjalankan misi pembunuhan yang diberikan kepadanya. Namun, usut punya usut, misi tersebut dilaksanakannya demi memancing sekaligus menuntaskan dendamnya terhadap Don Luis (Beto Benites), seorang mafia yang telah membunuh keluarganya pada saat ia masih kecil. Masalah semakin rumit ketika seorang detektif Ross (Lennie James) berhasil menemukan jati diri Cataleya sesungguhnya dan kemudian ikut memburunya. 


Well, tanpa perlu berbasa - basi panjang lebar lagi, saya rasa kalian semua sudah tahu bagaimana alur kisah ini secara keseluruhan, sebab sudah tak terhitung banyaknya film mengenai balas dendam atas keluarganya yang dibunuh oleh penjahat. Yang menarik dari film ini adalah bahwa pemain utamanya adalah seorang wanita jagoan yang tangguh dan mematikan. Bagi yang sering menonton film aksi, tentu tahu bahwa peran - peran seperti ini kebanyakan diperankan oleh laki - laki. Sebenarnya memasang wanita sebagai pemeran utama di film - film aksi bukanlah hal yang baru, namun seperti yang kita ketahui, film - film seperti ini cukup langka dan hanya Angelina Jolie (Salt, Mr. and Mrs. Smith, Wanted), Michelle Rodriguez (Fast and Furious saga, Avatar), Milla Jovovich (Resident Evil), dan Cameron Diaz (Charlie's Angels, Knight and Day) saja yang identik dan cocok dengan peran seperti ini.


Seperti yang terlihat dalam trailernya, pemilihan Zoe Zaldana untuk memerankan Cataleya adalah pilihan yang sangat tepat. Ia tidak hanya mampu melakukan semua adegan aksi dengan sangat baik, Zoe juga mampu berakting, terutama dalam adegan - adegan yang emosional. Sayangnya, penampilan maksimal Zoe tidak diimbangi dengan naskah yang baik. Luc Besson tampaknya terlalu fokus di adegan aksi dan karakter Cataleya, sehingga cerita yang disuguhkan kedodoran di mana - mana. Banyak sekali plot hole yang dibiarkan menganga lebar. Kita tidak akan pernah tahu isi data yang diburu Don Luis, ataupun organisasi yang memperkerjakan dan memfasilitasi Cataleya dengan senjata canggih; penyelidikan pihak kepolisian terhadap Cataleya juga tidak jelas. Untungnya, adegan aksi yang disuguhkan cukup menarik, brutal (menurut saya sudah di ambang batas rating PG-13), dan menghibur, serta tentu saja, berhasil menutup - nutupi kekurangan di segi cerita.


Walaupun Luc Besson fokus pada karakter Cataleya, bukan berarti film ini adalah film character study yang baik. "Fokus" yang saya maksud adalah adegan di luar adegan aksi yang ada terlalu terfokus pada kehidupan Cataleya di luar aktivitasnya sebagai pembunuh dan kurang mempedulikan perkembangan alur ceritanya. Memang, kita akan mendapati beberapa adegan emosional yang melibatkan Cataleya, tetapi hanya sebatas itu saja. Kita tidak akan mendapati perkembangan karakternya lebih lanjut ataupun mengetahui isi pikirannya selain hanya untuk balas dendam. Jadi kesimpulannya, film ini serba tanggung : perkembangan karakternya pas - pasan, alur cerita juga kurang diperhatikan, lalu adegan aksinya yang..  yyahh.. walau bisa dibilang enak dilihat, tapi menurut saya tidak sekreatif film - film aksi Luc Besson sebelumnya, seperti trilogi Transporter.



Di luar segala kekurangan di atas, saya menyukai bagian awal dari film ini. Selama 30 menit, para penonton disuguhi kisah masa kecil Cataleya yang kelam dan bagaimana Cataleya bisa bertemu dengan pamannya. Seperti yang kita ketahui, adegan semacam ini lebih sering dijadikan flashback ataupun adegan prolog selama 5 menit saja. Sayangnya, setelah 30 menit berlalu, alur cerita Colombiana berubah drastis menjadi film action klise dengan bumbu action brutal dan plot hole di mana - mana.


Overall, Colombiana adalah film action yang ringan, menghibur dan layak untuk mengisi waktu luang anda. Film ini juga semakin membuktikan bahwa Zoe Zaldana adalah aktris serba bisa (ya, dia juga bisa bahasa Na'Vi!! lol) yang patut diperhitungkan di kancah perfilman Hollywood. Well, apabila ada The Expendables versi wanita, Zoe Zaldana sangat wajib untuk dimasukkan dalam jajaran cast utama-nya.



Verdict : Bagi yang mencari hiburan semata dan tidak mempedulikan alur cerita, film ini cukup direkomendasikan.


You Might Also Like

2 comments

  1. Noce review.
    Walopun kayaknya saya gak bakal nonton film ini

    ReplyDelete
  2. wahahaha thanks bro.
    Tonton di DVD sebenarnya juga gpp kok kalo film model Colombiana begini.

    btw sering berkunjung juga ya. wkwkwk. ada blog bro? tukeran link yuk.

    ReplyDelete

Just do it.