Johnny English Reborn (2011) Review

10/27/2011 12:42:00 AM



Apakah si Rowan Atkinson masih berhasil menyajikan film komedi yang sangat lucu atau malah garing setengah mati? Let's find out.





Sebelumnya, saya harus mengakui bahwa seperti kebanyakan orang, saya sangat menyukai film - film Mr. Bean. Mulai dari yang sering sekali diputar di televisi (ntah lengkap atau tidak), animated series-nya, hingga film bioskopnya seperti Bean, Johnny English, hingga Mr. Bean's Holiday; sudah saya tonton. Bahkan film - film yang menghadirkan Mr. Bean sebagai cameo-nya pun saya tonton, seperti : Love Actually, Rat Race, dan The Lion King (Rowan Atkinson adalah pengisi suara Zazu). Dan ntah apakah karena sudah terlalu lama tidak menonton Mr. Bean beraksi ataupun karena semakin tua semakin susah untuk dipuasken, saya malah mendapati film ini garing dan tidak lucu. Padahal, film pertamanya yang kira - kira dirilis waktu saya masih SD kelas 5, sudah saya tonton berpuluh - puluh kali.


Sama sekali tidak melanjutkan kisah film pertamanya, Johnny English (Rowan Atkinson) kini tengah berlatih di Tibet untuk meningkatkan kekuatan spiritual dan kemampuan bertarungnya, setelah misinya gagal total. Suatu saat, Johnny dipanggil kembali untuk menjalankan misi penting : menggagalkan rencana pembunuhan perdana menteri China.


Ok. Kata - kata 'tidak lucu' di atas sepertinya terlalu berlebihan. Johnny English 2 masih berhasil membuat saya tertawa satu dua kali (terutama ketika adegan klimaks-nya), namun kebanyakan saya hanya tersenyum sekaligus bertanya - tanya apa yang sebenarnya lucu hingga membuat orang - orang tertawa terbahak - bahak dan teriak - teriak. Humor yang disajikan terkesan terlalu dibuat - buat dan... well, terlalu bodoh. Bahkan tingkat annoying-nya hampir setingkat dengan Night at the Museum 2 dan Gulliver's Travels. Apalagi pihak marketing dengan cerdiknya sudah membocorkan semua adegan lucu di trailernya. Sehingga, jangan salahkan para penonton yang berharap lebih setelah menyaksikan trailernya. Yeah, including me.


Ekspetasi yang sangat rendah sudah saya sematkan untuk kategori storyline-nya, karena seperti yang kita ketahui, film - film jenis seperti ini menomor sepuluhkan cerita. Tapi.. ekspetasi saya sepertinya kurang rendah lagi. Memang plot-nya masih menghadirkan twist yang sayangnya predictable, tapi menurut saya si penulis naskah terlalu membodohi penonton. Tidak ada satupun unsur ceritanya yang masuk akal. Bahkan dimasuk - masuk akalkan juga masih tidak masuk akal. Plotnya mengalir datar dengan adegan loncat sana loncat sini tanpa adanya penjelasan dan banyak sekali plot hole menganga lebar di mana - mana. Memang hal ini bukan masalah besar di film komedi jenis seperti ini. Tetapi kalau keterlaluan, juga jadi masalah tersendiri. Walaupun sudah bertahun - tahun tidak menyaksikan Johnny English yang pertama, saya masih ingat betapa kreatif dan lucunya Johnny English pertama. Bahkan lagunya pun masih ingat. Selain itu, saya juga lebih menginginkan film kedua ini melanjutkan kisah film pertamanya dan menampilkan penjahat dengan luka berbentuk pisang di wajahnya. lol.  


Dari segi tekniknya.. Johnny English Reborn juga terkesan sangat malas. Hal ini bisa dilihat dari tata penyutradaraannya yang payah, terutama ketika adegan aksi telah dimulai. Seriously, budget $45 million itu sudah cukup besar untuk menghadirkan adegan aksi yang seru, intriguing dan memacu adrenalin; atau untuk sekedar menyewa choreographer handal. Jangankan menarik, adegan aksinya malah terkesan seperti adegan aksi di film direct-to-dvd yang budgetnya super minim lalu dibumbui dengan humor garing dan disajikan terlalu singkat. Menyaksikan film ini mengingatkan saya akan film "The Spy Next Door", film yang dibintangi Jackie Chan ini juga terkesan serba nanggung di adegan aksinya.


Mengenai penampilan Rowan Atkinson... yeah, dia masih bisa berakting konyol ala Mr. Bean biasanya, tetapi sayangnya, tidak didukung oleh naskah yang baik sehingga terkesan sangat menyia - nyiakan bakat gemilang Rowan Atkinson. Sedangkan penampilan aktor - aktris lainnya, well.. seperti kebanyakan film - film yang dibintangi Rowan Atkinson, aktor - aktris lain yang terlibat di film ini terkesan seperti sekedar formalitas saja. Karena bintang dan kekuatan utama film ini tentu saja Rowan Atkinson.

Overall, bagi yang sangat menyukai film pertamanya atau sudah menyaksikan trailer Johnny English Reborn, jangan terlalu berharap lebih pada film ini. Johnny English Reborn tampil sangat sangat mengecewakan dan hanya sekedar mesin uang bagi Universal. Bahkan pernyataan ini juga dikatakan sendiri oleh perwakilan Universal dalam wawancaranya mengenai keputusan pihak Universal untuk memproduksi sequel Johnny English, mengingat film pertamanya hanya sukses di box office dunia dan flop di pasaran domestic (US).
Saya juga yakin banyak yang tidak setuju dengan rating yang saya berikan terhadap film ini. Tetapi, yah.. apa boleh buat. Saya cukup jujur ketika menilai film. Tidak suka, ya tidak suka. Suka, tetapi orang lain tidak suka, saya juga masih mengaku menyukai film tersebut (Sucker Punch, Captain America, The Smurfs, dsb). Demikian sebaliknya.

WARNING : apabila anda berencana menyaksikan Johnny English 2 di bioskop dan sama sekali belum pernah menyaksikan trailernya, sebaiknya anda langsung ke bioskop dan tidak usah menyaksikan trailernya. Trust me. 



VERDICT : Kebanyakan humor di film ini bukan tipe saya. Namun, saya yakin cukup banyak orang yang akan menyukai film ini. Jadi, jangan langsung membatalkan niat menonton anda!!

PS : ada secret ending setelah credit title. So stay tune!

You Might Also Like

0 comments

Just do it.