Trespass (2011) Review

12/11/2011 01:00:00 PM



Apakah Trespass berhasil menghadirkan thriller perampokan rumah yang mencekam? Atau malah membuat para penontonnya merasa disandera di bioskop untuk menyaksikan film ini? Let's find out.



Well, singkat kata : Trespass adalah salah satu film terburuk tahun ini. Oh, saya yakin banyak sekali orang yang tidak percaya bahwa film ini akan seburuk itu sebelum menontonnya. Saya pribadi juga tidak percaya sebelumnya dengan review - review negatif dan rating anjlok yang ditujukan kepada film ini : duet aktor - aktris papan atas peraih piala Oscar, Nicholas Cage dan Nicole Kidman... How could it be so bad? Paling tidak film ini pasti menghibur.. Kritikus terlalu berlebihan.. Ya setidaknya itu yang saya pikirkan. Tapi seusai menyaksikan film ini, just WOW. Tidak ada yang menyangka segala jenis keburukan hingga menyentuh tingkat annoying terkandung dalam film ini : mulai dari naskah plin - plan super bodoh hingga pengarahan yang asal - asalan. Well, kita semua harus berterima kasih kepada Joel Schumacher, seorang sutradara yang telah merusak dua installment Batman (Batman Forever, batman & Robin) dan Karl Gajdusek penulis naskah paling payah tahun ini.


Ceritanya cukup pasaran. Kyle Miller (Nicholas Cage) adalah pria super cerewet, kaya - raya, dan tidak peduli pada keluarganya. Sifatnya itu bertolak belakang dengan istrinya, Sarah Miller (Nicole Kidman) yang lembut dan sabar; meski di balik itu, dia membutuhkan kasih sayang suami-nya. Mereka berdua dianugerahi seorang anak perempuan bernama Avery Miller (Liana Liberato) yang selalu memberontak dan salah pergaulan. Suatu hari, datang sekolompok perampok yang menyamar menjadi polisi ke rumah mewah kediaman keluarga Miller. Dan dimulailah sebuah kisah perampokan paling bodoh dan terpayah yang pernah saya saksikan. Tidak hanya itu, kedua actor - actress yang telah memenangkan piala Oscar tersebut hanya disuruh berteriak - teriak seperti ini sepanjang film :
“RUN AVERY!!”
“RUN SARAH!!!”
*pelukan*
“PLEASE, DON’T HURT MY DAUGHTER!!”
“DON’T FUCK’N TOUCH MY WIFE!!!”
“PLEASE DON’T KILL HIM!!”
*pelukan*
“NNNNOOOOOO!!!!”
“STTOOPPP!!”
“OH MY GOD!!!”
*pelukan*
“OH NO!! KYLE!!!”
“OH NO!! SAARRAHHH!!”
*pelukan*
“AAAAAAAAAAAAA!!!!”
lihat gambar di bawah. Mereka gemar berpelukan :)

Permasalahan utama dari film adalah naskah yang ditulis oleh Karl Gajdusek. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan premise-nya, di mana film ini menjanjikan kisah thriller perampokan yang klise namun menegangkan dan menghibur (see : Bruce Willis’ Hostage). Sayangnya, Karl berusaha untuk tampil “berbeda” dengan menyuntikkan banyak sekali twist dalam Trespass; yang ujung - ujungnya malah membuat film ini terasa plin - plan, bodoh, murahan, dan mbuletisasi tidak karuan. Tidak hanya itu, karakter - karakter yang diciptakan olehnya sangat menjengkelkan, terutama Kyle Miller yang diperankan oleh Nicholas Cage. Seriously, saya sampai berharap karakter satu itu disiksa hingga mati saking annoying dan cerewet-nya. Nicole Kidman malah terjebak dengan karakter perempuan yang terlalu tak berdaya yang juga tidak kalah memuakkannya. Selama disandera, karakter yang diperankannya, Sarah Miller hanya bisa berteriak - teriak dan menangis. Sungguh menyia - nyiakan bakat seorang artis pemenang Oscar. Sedangkan Avery Miller, karakter satu ini adalah campuran antara remaja pemberontak tanpa sebab dan perempuan kelewat bodoh. Formula tersebut  kemudian di-mix seklise mungkin. Lantas apakah para perampok-nya dibuat dengan baik untuk menyiksa habis - habisan para protagonis memuakkan ini? Tidak juga. Mereka malah sama - sama bodohnya dengan korbannya. Seiring durasi berjalan, para perampok juga ikut galau sendiri, teriak - teriak nggak jelas, dan jujur, apapun yang dilakukan mereka juga tidak jelas maksud ataupun tujuannya, hingga ujung - ujungnya mereka malah menyandera para penonton berkat banyaknya twist yang tidak masuk akal.

Adegan aksi dan akting? Oh ini juga sama - sama anehnya. Si sutradara sepertinya juga tidak mood untuk menggarap film ini. Padahal Joel Schumacher cukup terkenal dengan film Phone Booth-nya, di mana film tersebut juga bersetting di satu tempat saja. Sehingga bisa dibilang, Joel terkesan tengah mengisi waktu luang di hari tua-nya dengan membuat film asal - asalan. Adegan aksi-nya sama sekali tidak interesting ataupun memacu adrenalin penonton yang menyaksikannya. Ia juga mengarahkan para bintang papan atas layaknya meladeni artis - artis murahan dan tidak berpengalaman. Sehingga jangan salahkan para pecinta film yang menganggap performance pasangan Kyle dan Sarah Miller ini layaknya Edward Cullen dan Bella Swan yang tengah dirampok werewolf bertopeng di rumahnya.

Overall, menonton Trespass ini layaknya melihat sebuah pohon natal yang sangat mahal namun diberi hiasan yang terlalu berlebihan sehingga terlihat buruk dan murahan. Selain itu, bagi yang masih bersikeras bahwa Trespass paling tidak masih menghibur, well, ketika menonton film ini saya justru merasa disandera di bioskop daripada terhibur. 

You Might Also Like

5 comments

  1. Hohoho... bisa aja keluar dari bioskop, tapi eman uang tiketnya, ya?
    Karakternya aja klise abis. Napa setiap ayah dari keluarga kaya raya mesti jadi tipe nyebelin?
    heran juga nape si penculik gak ngebekep mulut keluarga ini. Kalau mereka teriak kenceng2 gitu masa gak ada satu pun tetangga yg denger?

    ReplyDelete
  2. Aku ga keluar dari bioskop kok. haha. seumur hidup ga pernah keluar dari bioskop kalo filmnya belum kelar :P

    Ga nyebelin aja, cerewetnya minta ampun tuh si nicholas cage. kudu tak tampar. hauhahaha =="

    ReplyDelete
  3. aduduu kamu nih genit kok wukkk

    ReplyDelete

Just do it.