CHINESE ZODIAC (2012) : LOVE IT OR HATE IT, THE OLD JACKIE IS BACK

1/20/2013 05:22:00 PM



CHINESE ZODIAC / CZ12
2012 / 120 Minutes / Jackie Chan / China / 2.39:1 Aspect Ratio / PG-13

Setelah membintangi beragam film yang berada di luar comfort zone-nya, Jackie Chan akhirnya kembali ke habitatnya semula melalui film Chinese Zodiac. Tidak main-main, ia bahkan langsung menduduki 16 jabatan sekaligus dalam proyek ini demi menyuguhkan sebuah tontonan yang sesuai dengan keinginan para fans beratnya. Beliau sampai memecahkan Guinness World Record sebagai sineas yang memiliki jabatan paling banyak dalam satu film : Director, Writer, Actor, Producer, Executive Producer, Director of Photography, Art Director, Production Management, Art Department, Stunt Choregrapher, Stunt Performer, Camera & Electrical Department (lighting), Original Score, Original Song, Cathering Coordinator, dan Set Production Assistant. Apakah usaha keras Jackie Chan ini berhasil menutup karirnya di dunia film action dengan baik? Let’s find out.


Sebuah Usaha yang Terlalu Keras Hanya Untuk Sekedar Bernostalgia

CZ12 adalah seri ketiga dari trilogi Armor of God (kabarnya sih film ini adalah film semi-reboot dan tidak berkaitan dengan film sebelumnya) dan berkisah mengenai seorang pencuri artefak profesional bernama JC (lihatlah betapa narsisnya seorang Jackie Chan ini) yang bekerja di bawah sebuah perusahaan yang bernama MP Corporation.

Suatu ketika, JC diutus untuk melakukan tugasnya yang paling berbahaya : mengumpulkan 12 artefak Chinese Zodiac berusia ratusan tahun yang telah terpencar di seluruh dunia. Dan hal ini tidaklah mudah karena banyak pihak yang menginginkannya. 

CZ12, apabila dipandang dari sudut seorang cinephile yang juga mencintai Jackie Chan, believe it or not, sama sekali tidak sanggup memberikan sesuatu yang menyegarkan dan menambah kompetisi di tengah amukan kemajuan industri film ini. Metode dan formula Jackie Chan memang tidak ada yang berubah di CZ12, di mana para fans Jackie Chan masih dapat menemukan beragam adegan aksi berbahaya, seorang karakter utama yang menguasai 95% durasi yang ada, gaya humor yang komikal, dan alur cerita yang khas Jackie Chan banget. 

Tetapi, seperti yang tertulis di atas, formula trademark Jackie Chan yang sudah berumur puluhan tahun ini pada akhirnya tidak dapat beradaptasi di tengah kemajuan dunia perfilman ini sehingga, you know, film ini terkesan kuno, cheesy, ketinggalan jaman, dan sama seperti The Expendables kemarin, hanya sekedar sebagai obat pelepas kerinduan para fans-nya. Dan terbatas pada itu saja. Mengenai bagus atau tidaknya, semua itu terserah pada taraf toleransi dan jam terbang penontonnya. 


Film Aksi Gado-Gado dari Negeri Tirai Bambu

Tetapi jangan salah, Jackie Chan sudah bekerja keras untuk beradaptasi dengan perkembangan film masa kini, meski juga tidak dapat dikatakan berjalan mulus karena beliau hanya sekedar memasukkan elemen-elemen terasyik dari film blockbuster Hollywood dan memadu-padankannya langsung dengan gaya beliau sendiri. Sehingga biar bagaimanapun, para penonton akan dengan sangat mudah menemukan beragam referensi dari beberapa judul film Hollywood yang populer seperti National Treasure, Mission Impossible, Indiana Jones (contoh yang terlalu bagus...), Tomb Raider, hingga Pirates of the Caribbean. 

Hasilnya akhirnya tidak buruk memang, masih sangat menghibur dan kocak seperti yang kalian harapkan dari seorang Jackie Chan. Tetapi ya itu tadi, segala kelebihan yang diusung film ini hanya dapat diterima oleh para fans-nya saja, sedangkan bagi penonton non-fans, CZ12 mungkin hanya sekedar film action gado-gado lainnya dari negeri Tirai Bambu. Dan mengingat kepopuleran Jackie Chan di Indonesia di mana hanya 1 dari 100 orang yang membenci Jackie, tidak dipungkiri lagi bahwa segala hal yang telah dituangkan di atas tidak akan mempengaruhi para masyarakat untuk mundur dari antrian loket ticket.


Overall, CZ12 bukanlah film yang buruk karena memang beginilah cara Jackie Chan membuat film : memberi hiburan yang maksimal dan menomor sekiankan faktor lain seperti kualitas narasi, dialog hingga akting. Dan hanya Jackie Chan yang bisa membuat para penontonnya tidak mati kebosanan dengan formula di atas (bandingkan dengan film Hollywood yang mengusung formula serupa.. iihhh..)  dan membuat mereka tidak jenuh-jenuh untuk menantikan film beliau selanjutnya. 

Kabar baiknya, Jackie Chan tidak jadi pensiun dari dunia film action (seriously, sudah berapa kali Jackie mengatakan ingin pensiun!) karena beliau telah resmi bergabung dalam The Expendables 3 dengan peran yang besar (bukan cameo seperti Chuck Norris). Kalau dalam bahasa Jawa-nya, kita boleh menyebut beliau mbacot tok. And that’s a good thing for his fans.


You Might Also Like

7 comments

  1. Wakakak,,,,
    Like this reviewnya mas,,
    Apalagi tentang "mbacot tok"
    Sy suka kata-kata ini,,

    ReplyDelete
  2. Terima kasih gan. Hehehe. Sering-sering berkunjung ya ;)

    ReplyDelete
  3. jujur awalnya ekspektasi nonton film ini tinggi dalam cerita tapi pas beberapa menit kemudian saya turunin sama seperti nonton film JC pada umumnya. cuman berharap 3 elemen ini Kungfu, Komedi, dan aksi menegangkan. untungnya JC tetep maksimal di sini :D

    ReplyDelete
  4. Hahaha pertama kali tahu nama pemerannya JC,ane jg berpendapat...gile narsis nih.Oya,ce yang nengokin JC tu istrinya asli ya?

    ReplyDelete
  5. I Like jackie
    filmnya menghibur banget :D
    klo mau nonton film laga yang serius jangan tonton jackie chan tapi tontonlah jet li :D

    ReplyDelete
  6. Vachzar : gw jg cuma berharap pada action yang seru. Klo cerita sih daridulu JC ga ahli.

    @obat liver : yup. walau udah berumur 60 tahun. tetep seru orangnya :)

    @BSS : kebetulan gw nggak tau istrinya JC. Teman2 lain yang nonton katanya ada kok.

    @agung : iya. tapi filmnya jet li akhir2 ini parah abis jeleknya. nggak kuat.

    ReplyDelete

Just do it.