DEAD MINE (2013) REVIEW : AN ABSURD STORY OF SURVIVAL

1/04/2013 04:23:00 PM


Bagi yang belum tahu betapa "spesialnya" film Dead Mine ini, anda termasuk orang yang beruntung. Dead Mine adalah film perdana produksi HBO Asia yang melakukan proses pengambilan gambar di Sumatra dengan aktor-aktris dari beragam negara, termasuk Indonesia sendiri yang menyumbangkan Joe Taslim, Mike Lewis, Ario Bayu dan Bang Tigor. Ekspetasi para penonton memang hanya sekedar sebuah film horror survival kelas B predictable yang cukup oke buat seru-seruan saja, tidak kurang, tidak lebih. Dan ternyata performa film ini jauh lebih rendah dari harapan.

Ridiculous At Best



Adegan pembuka film Dead Mine sudah sanggup memberi feel amatiran dengan arahan dari sutradara yang sepertinya tidak banyak nonton film itu. Ah, that's okay. Siapa tahu film ini masih bisa menghibur seperti yang dilakukan oleh film Sanctum tahun 2011 lalu. 

Setelah opening scene dan credits, para penonton akan diperkenalkan dengan grup tentara bayaran yang disewa oleh tim ekspedisi ketika mereka hendak mencari sebuah harta karun tentara Jepang di pulau Sumatra. Lucunya, grup tentara bayaran itu membawa senjata-senjata berat yang lebih layak dibawa untuk berperang daripada menjaga keselamatan tim ekspedisi tersebut. 

Tidak hanya itu saja, kekonyolan akan terus terjadi ketika tim ekspedisi ini bergerak semakin dalam sampai-sampai ada rombongan pasukan tahanan yang seperti pernikahan antara Gollum dengan Zombie, ilmuwan-ilmuwan Jepang yang bisa menciptakan senjata biologis di jaman perang dunia II yang bahkan belum ada komputer!!, lalu kemunculan puluhan pasukan Samurai Zombie yang tidak tahu bagaimana bisa berbaris rapi di dalam bunker, seorang tentara Jepang berusia 100 tahun lebih yang bisa hidup tanpa makan tanpa minum dan bahkan tidak sadar kalau perang sudah usai walau sudah diberi waktu puluhan tahun untuk berpikir, dan kemudian puncaknya adalah bagian ending yang gagal setotal-totalnya menjiplak gaya ending film Paranormal Activity 1-4.

I'm sorry to spoil you everything, but you'll glad I did it. Dead Mine adalah film yang tidak layak tonton. Bahkan bagi yang ingin melihat Joe Taslim beraksi dengan senjatanya ataupun sekedar ingin melihat keindahan Pulau Sumatra yang dijadikan tempat syuting, anda akan kecewa berat karena mereka semua hanyalah sekedar cameo. 

It should be titled 'Dead Mind' instead of 'Dead Mine'

Dead Mine mungkin dapat dikatakan hanya berhasil di bagian awal-awalnya saja sebagai sebuah film horror-survival kelas B, lengkap dengan dialog-dialog cheesy dan jajaran karakter yang cliche. Akan tetapi, niat sang sutradara sekaligus penulis naskah film ini, Steven Sheil, untuk memasukan berbagai elemen cerita yang kelihatannya keren kalau dipikirkan, justru menjauhkan kualitas film ini dari yang diharapkan. Dan seperti yang sudah tertulis di atas, semakin banyak misteri yang terjawab, Dead Mine justru semakin kacau balau dan semakin buruk tidak karuan hingga membuat para penonton lebih memilih tidak untuk mendapatkan jawaban. 

Tidak hanya itu, sebagai film horror, Dead Mine juga gagal total untuk memompa adrenalin, memberi jump scenes ataupun menakut-nakuti penontonnya. By any mean, Dead Mine adalah salah satu film horror paling cupu dan membosankan yang pernah masuk di bioskop. 

Hal ini juga diperparah dengan akting para pemainnya juga terkesan apa adanya--pokoknya mengucapkan dialog--dan tidak ada satupun yang bisa menarik perhatian atau connect dengan penontonnya sama sekali, sehingga ketika mereka dibantai habis-habisan sampai mati, kita sebagai para penonton itu hanya meresponnya dengan "Oooo.. yang ini mati" sambil memasang wajah datar. That's all. 

Di luar kualitas ceritanya yang tidak layak, Dead Mine memiliki production value yang dapat dikatakan lumayan untuk ukuran film berbudget rendah seperti ini. Tata make-up para monsternya, walau terkadang terlihat obvious, juga masih acceptable. Sayang, narasi yang buruk telah membuat usaha tim art department ini sungguh sia-sia.



Overall, tidak perlu berbicara banyak mengenai film ini. Dead Mine setara dengan film-film horror kelas C yang biasanya hanya dirilis dalam format home video atau untuk kasus Dead Mine ini sebaiknya langsung ditayangkan di HBO saja secara film ini diproduksi oleh HBO sendiri. Well, tahun 2013 baru saja berjalan tiga hari ketika film ini dirilis di bioskop, tetapi Dead Mine dengan tegas telah mendaftarkan dirinya sendiri sebagai salah satu kandidat film terburuk tahun ini. Kalau boleh memilih, saya akan dengan senang hati menyaksikan film zombie yang dibuat oleh Charles Kaznyk dalam film Super 8 daripada Dead Mine.

You Might Also Like

5 comments

  1. wih, ane kira cuman ane yang ngeberi Dead Mine nilai jelek, ternyata ada ente juga ya *kompak*

    ReplyDelete
  2. Memang jelek abis filmnya .____.
    nyesel buang2 duit nonton film itu.

    ReplyDelete
  3. cakep reviewnya kang,

    ijin yak, yang mw coba nonton silahkan dimari :

    http://indomovie.us/blog/dead-mine-2012.html

    trims min..

    ReplyDelete
  4. Baru nonton filmnya, memang rada absurd ceritanya, reviewnya bikin ane terpingkal. xD

    ReplyDelete

Just do it.