So, what took them so long? adalah kalimat pertama yang saya ucapkan ketika mendapat undangan ke acara soft opening CGV Blitz di Marvell City Surabaya, hari Jumat, 4 Desember 2015 kemarin. Kehadiran CGV Blitz (dulu Blitzmegaplex) di Surabaya memang mempunyai lika-liku sejarah yang sangat menarik. Desas-desusnya sudah dimulai sejak tahun 2008 (that’s like seven fucking years ago) ketika mereka mulai merencanakan ekspansi jaringannya di luar Bandung dan Jabodetabek. Surabaya memang selalu dijadikan target utama oleh para pebisnis yang ingin melakukan ekspansi usahanya di luar Jabodetabek. Pertama, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kedua, kemampuan ekonomi masyarakatnya sangat baik.
WARNING: kualitas audio-visual yang digambarkan di review ini TIDAK MEWAKILI kualitas audio-visual ketika CGV Blitz dibuka untuk umum tanggal 8 Desember 2015 nanti.
Setelah menampilkan trailer perdana film Steve Jobs beberapa bulan yang lalu, tim marketing Universal - Legendary Pictures akhirnya merilis poster film Steve Jobs. Meski penampilannya sangat minimalis dengan hanya menampilkan sosok Michael Fassbender sebagai Steve Jobs di pojok kanan bawah, poster tersebut masih memuat nama aktor-aktris utamanya, nama besar Danny Boyle (Slumdog Millionaire) dan Aaron Sorkin (The Social Network), serta rating dari MPAA: Restricted for Language. Bisa dipastikan, film Steve Jobs kedua yang dirlis ini akan jauh lebih akurat dalam menampilkan kisah di belakang layar kesuksesan Apple daripada jOBS versi Ashton Kutcher kemarin. What do you think?
Steve Jobs akan dirilis di US tanggal 9 Oktober 2015 mendatang, berdekatan dengan award season.
DEMONIC
Release: Tuesday, August 11, 2015 (21 only)
Pitch:
Seorang polisi dan psikolog diutus untuk menyelidiki kasus kematian lima orang remaja yang memanggil setan di sebuah pondok di tengah hutan.
Preview: IMDB 5.3/10
Bersembunyi di balik nama besar James Wan (The Conjuring, Furious 7) yang hanya duduk di kursi produser, Demonic rupanya tidak lebih dan tidak kurang dari film-film horror kelas B yang sering dirilis akhir-akhir ini, meski twist di ending-nya cukup kurang ajar.
Verdict:
Tonton kalau jump scares murahan dan formula film rumah hantu yang klise itu masih bisa menakut-nakuti anda.
CINEMA 21 / XXI / CINEMAXX / CGV*BLITZ FREQUENTLY ASKED QUESTION (F.A.Q.) Part 2
FAQ 8/06/2015 02:21:00 PM
Melanjutkan post FAQ Part 1 yang udah gw rilis tahun 2011 kemarin (a long, long time ago), FAQ Part 2 ini kembali hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kalian yang terlalu sering ditanyakan sampai gw punya auto text jawabannya di hp. Khusus untuk FAQ Part 2 ini, gw bagi menjadi dua kategori, yaitu: personal (mengenai blog cinephilesdiary.blogspot.com sekalian buat curhat-curhat gitu ya) dan cinema (seputar bioskop di Indonesia). Kalau ada pertanyaan yang belum gw jawab di post ini atau ada jawaban yang kurang tepat, silahkan tulis di kolom komentar di bawah ini. Gw tampung dulu buat dijawab 5 tahun lagi. Lulz.
Tahun 2015 kembali mengulang success pattern yang sama seperti tahun 2004, 2007, dan 2012, di mana banyak sekali installment terbaru dari franchise unggulan studio-studio besar Hollywood dirilis berbondongan di bioskop dan mencetak rekor-rekor baru di box office seluruh dunia. Jika kalian tumbuh bersama film-film ikonik seperti Jurassic Park, Terminator, Star Wars, dan film-film superhero Marvel, maka tahun ini akan menjadi tahun penuh memori yang sangat berkesan.
Seperti biasa, Comic-Con 2013 kembali menjadi ajang para studio besar untuk memperkenalkan film-film blockbuster-nya yang akan dirilis akhir tahun nanti atau musim panas tahun depan--untuk film-film yang jauh lebih besar. Salah satu franchise yang mengambil kesempatan ini adalah The Amazing Spider-Man 2.
Setelah mendengar kabar di Twitter bahwa beberapa orang tua telah membuat anak-anaknya sakit jiwa karena mengajak mereka menonton Evil Dead di bioskop, hati gw tergerak untuk membuat parent's guide khusus untuk film-film dewasa seperti ini yang sekiranya dapat menjelaskan konten-konten yang tidak cocok untuk dikonsumsi anak-anak. Bahkan remaja pun gw rasa juga perlu baca untuk mempersiapkan diri mereka.
Panas memang menjengkelkan. Dan tidak ada seorang pun yang hidup di tanah air ini menyukai udara panas. Tetapi apabila kalian menambahkan kata "musim" di depannya, maka semuanya langsung berubah drastis menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan dan dinantikan oleh hampir semua penduduk metropolitan. Musim panas adalah waktu liburan di pertengahan tahun yang sangat menyenangkan. Bagi para manusia muda yang masih mengenyam pendidikan, musim panas merupakan saat di mana mereka dibebas-tugaskan dari tuntutan ilmu. Sedangkan bagi para pecinta film, musim panas adalah saat yang terbaik untuk membakar uang di bioskop.
I don't know what's in Fox executives' mind.
First, they used John Moore, the guy behind Max Payne messes (surprisingly, also produced by 20th Century Fox) to direct the fifth installment of their valuable franchise : Die Hard. And it's also a mess too (wait for my review). And now, they want Paul Walker, yes that PAUL WALKER, to be AGENT 47 in Hitman movie reboot. Oh god, that is the most ridiculous casting choice ever! I think they don't even really want to make a good game-to-movie film at the very beginning. I still can't imagine how they figured out that Paul Walker, bald and clean shaven, is the best choice to be that heartless guy with silver barrels. Jason Statham is obviously the best choice to be Agent 47 and I guess the Fox guys still don't know him.
As a big fan of Hitman games, I won't give them my blessing as it will turn out to be the film that they want to reboot at the first time, or even worse. And I doubt that any fans out there won't agree with me. They should open up their mind. Game-to-movie adaptation is all about fans, and they should be pleased if you want your movie sitting at the top of the box office chart.
Oh, I could see Fox announcing Hitman reboot as a PG-13 film.
2012 sudah berlalu dengan berbagai perilisan film-film blockbuster yang telah dinanti-nantikan sejak lama; sebut saja installment terbaru James Bond, penutup trilogi The Dark Knight, bagian kedua dari seri terakhir The Twilight Saga, prequel The Lord of the Rings yang akhirnya menjadi kenyataan, sampai proyek idaman para geek di seluruh dunia, The Avengers. Dan tahun 2013 ini ternyata juga tidak kalah hebohnya dengan kehadiran film reboot Superman yang akan menjadi akar film Justice League, episode ke dua dari The Hobbit, sequel film Star Trek yang telah dinanti-nantikan banyak orang, dan masih banyak lagi. Berikut daftar film-film high profile yang akan dirilis tahun ini!

The Hobbit An Unexpected Journey
HFR 3D review by Elbert Reyner
Para pecinta film yang tinggal di Indonesia termasuk beruntung karena mendapat kesempatan untuk menyaksikan film The Hobbit : An Unexpected Journey dengan frame rate 48 fps di bioskop (bandingkan saja dengan Singapore yang hanya memiliki 1 studio yang sanggup memutar film HFR 3D). Tetapi, sebelum kegirangan untuk menyaksikan The Hobbit seperti yang direkomendasikan oleh Peter Jackson tanpa bekal pengetahuan apa-apa, mari kita telusuri apa sebenarnya perbedaan antara frame rate 48 fps dengan 24 fps yang biasanya dipakai oleh sineas di seluruh dunia terlebih dahulu.
Belum sampai satu bulan tayang di bioskop - bioskop seluruh dunia, sudah berhembus berita mengenai jadwal rilis blu-ray/DVD film Marvel's The Avengers yang sukses baik secara kualitas maupun pemasukannya; lengkap dengan daftar special features dan cover art-nya.
New G.I Joe Retaliation Trailer Promises Non-Stop Stylish Action Sequences
news 4/24/2012 08:59:00 PM
Mendekati masa perilisannya bulan Juni nanti, tim marketing Paramount kembali menarik perhatian publik dengan merilis trailer ke dua dari film G.I Joe Retaliation secara exclusive di Machinima.
Apakah proyek reboot G.I Joe ini berhasil memenuhi harapan Paramount / Hasbro untuk menjadikannya sebuah franchise raksasa seperti Transformers?
Pemenang Academy Award ke 84 akhirnya telah diumumkan tadi pagi, WIB. Seperti biasa, Oscar masih menimbulkan beberapa kejutan ketika pembacaan para pemenangnya, meski menurut saya masih lebih mengejutkan ketika daftar nominasi diumumkan tanggal 24 Januari lalu. Berikut daftar lengkap para pemenang 84th Academy Award disertai dengan perbandingan terhadap prediksi saya pada post sebelumnya (prediksi tersebut sama sekali TIDAK DIEDIT, dan dibiarkan apa adanya.)
Tahun 2012 bisa dibilang tahun yang paling dinanti - nantikan para moviegoers di seluruh dunia. Hampir semua sequel / reboot / remake film - film high profile dirilis di tahun tersebut, mulai dari sequel terakhir Batman, proyek idaman Marvel The Avengers, prekuel LotR, hingga kembalinya James Bond di layar lebar dan perilisan blu-ray 22 film sebelumnya dalam 1 paket. Dari sekian banyaknya film - film raksasa, berikut saya akhirnya berhasil mengumpulkan 10 film yang paling saya nanti - nantikan di tahun 2012 ini.
[sebelumnya, posting ini tidak berniat untuk menjelek - jelekkan suatu pihak. Saya hanya berbicara fakta dan beropini.]
Masalah pajak film memang telah berakhir. Namun masalah impor - mengimpor film ternyata belum usai. Bagi yang setia mengikuti berita tentang kisruh film impor, tentu mengetahui kalau ada seseorang bernama You-Know-Who yang tidak suka dengan PT. Omega Film yang berhasil mengimpor Harry Potter, Transformers dsb, kemudian menuduh mereka monopoli, dan terus berkoar - koar ga jelas di Twitter. Usut punya usut, ternyata dia bete karena perusahaannya yang mengimport film hollywood non-MPAA, tidak memperoleh izin pengimporan dari MPAA. Asal tahu saja, importir yang dia miliki ini sama sekali tidak becus dalam membuat subtitle maupun kualitas kopi filmnya, dan juga film - film yang diimportnya sama sekali buruk secara kualitas, walau ada sedikit yang bagus seperti Lincoln Lawyer. Terakhir saya nonton Lincoln Lawyer, kualitas kopi filmnya sangat jelek, banyak scratch (film yang diimport oleh perusahaan milik 21 berkualitas lebih baik walau sudah diputar berulang - ulang di Jakarta kemudian diputar di kota lain. Contoh : Star trek, The Social Network, dsb), dan parahnya, subtitle-nya menggunakan font yang buruk, sudah begitu sering hilang dan bahasanya tidak enak dibaca. Terkesan sekali dibuat asal - asalan dan mirip dengan subtitle DVD Bajakan. Bagi yang berhubungan dengan perusahaan tersebut, jangan marah, tonton sendiri film kalian, dan buktikan kalau omongan saya benar =)
Kemudian, usaha si You-Know-Who belum berakhir. Ia bergabung dengan produser film Indonesia dan direktur bioskop terbesar kedua di Indonesia untuk membuat importir baru bernama Sinar Surya Sinema. Bayangkan, 21 sudah menyelamatkan bioskop terbesar kedua ini tetapi malah membuat importir baru untuk "menantang" grup 21. Memang tujuan mereka mau memberantas monopoli dan ikut menikmati keuntungan besar dari film blockbuster , tetapi ntah kenapa saya merasa mereka ini terlalu egois dan seperti anak kecil. Menurut saya, impor - mengimpor film ini sudah termasuk masalah bisnis, bukan masalah monopoli lah apalah toh fim - film MPAA akan dibagikan ke semua bioskop. MPAA bebas memilih importir kepercayaan mereka, sama seperti distributor barang elektronik atau barang lainnya. Lagian, apa sih yang mau dipermasalahkan kalau importir tersebut mengimpor semua film MPAA kalau pada akhirnya film - film tersebut diedarkan di semua bioskop? Bioskop lain tinggal bergabung dengan GPBSI, maka kalian akan diberi film MPAA ;-)
Kembali ke topik utama. Beberapa film summer sudah dipastikan tayang seperti : Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 (July 29), Transformers 3 (August 5), Kungfu Panda 2, Conan the Barbarian, Spy Kids 4 dan Fast Five. Hari ini ada 3 film keluaran Warner Bros yang sudah didaftarkan di LSF : Final Destination 5, Green Lantern (40 Copy), dan The Hangover 2. Terus terang, saya kecewa dengan film - film yang dipilih PT. Omega Film. Namun, ntah ini karena film Warner Bros paling mudah diimport atau kenapa, ketiga film ini kurang begitu diminati masyarakat dan pecinta film (kecuali bagi yang belum jenuh dengan Final Destination). Padahal masih banyak sekali film - film summer yang bisa mendongkrak pemasukkan besar sebut saja Thor, Pirates of the Caribbean : On Stranger Tides, X-Men First Class, dsb.
Atas dasar inilah saya membuat daftar 5 film summer lalu yang wajib diimport PT. Omega Film secepat mungkin sebelum Blu-Ray Rip-nya keluar, kalau mereka benar - benar ingin mendongkrak pemasukkan besar lagi (film di list tersebut tidak semua bagus) :
5. Thor
Film superhero milik Marvel kebanyakan laris manis di bioskop Indonesia. Walau sudah tidak fresh, masyarakat pasti masih akan tertarik menonton film ini karena keterkaitannya dengan The Avengers dan film ini sendiri, menurut saya cukup bagus [rating : 3.5/5].
Kemungkinan tayang : 90% - Kabarnya, Omega tengah mengusahakan film ini segera masuk.
4. X-Men First Class
Sama seperti Thor, film ini akan kemungkinan akan menyedot penonton. Walau sudah ada DVD kualitas R5-nya, X-Men First Class menurut saya adalah salah satu film superhero terbarik yang pernah ada [Review]. Teman - teman saya yang terpaksa menonton R5-nya sendiri juga mengaku bahwa mereka ingin menontonnya lagi di bioskop, kalau masuk.
Kemungkinan tayang : 90% - Awal Juni lalu, Omega sudah akan mengimport film ini. Sayangnya, diblokir pada saat itu. Namun, karena Omega sudah mengantongi izin import film ini, kita tinggal menunggu waktu saja.
3. Captain America : The First Avengers
Film ini adalah benang merah terakhir menuju proyek ambisius Marvel : The Avengers yang akan menggabungkan tokoh superhero Marvel yang sudah difilmkan. Apalagi film ini baru saja dirilis 22 July lalu, saya jamin film ini akan menyedot banyak sekali penonton.
Kemungkinan tayang : 90% - Sama seperti Thor, film ini tengah diusahakan untuk masuk. Apalagi film ini adalah film baru.
2. Cars 2 / The Smurfs / Zookeeper
Wah - wah.. ketiga film di atas kan tidak begitu bagus. Kenapa dimasukkan di nomor 2?
Film anak - anak di Indonesia sangat laris manis. Apalagi mereka sudah berpuasa tidak menonton film anak - anak berkualitas semenjak Gnomeo and Juliet masuk bioskop Maret lalu. Contoh film anak - anak yang jelek tapi sangat ramai dan menghibur : Night at the Museum 2, Alvin and the Chipmunks 1-2, Gulliver's Travels, dsb.
Bisa dipastikan, ketiga film di atas bakal menyedot banyak penonton.
Kemungkinan tayang : 40% - OMG! Kenapa 40% saja?! Well, PT. Omega tampaknya belum berhasil melobi Columbia Pictures (The Smurfs, Zookeeper) dan Walt Disney Pictures (kabarnya, sangat susah dilobi).
1. Pirates of the Caribbean : On Stranger Tides
PotC 4 menggegerkan box office di seluruh dunia Mei lalu. Dan banyak sekali rakyat Indonesia mengenal franchise satu ini. Apalagi film ini juga ramah untuk anak - anak, bisa dipastikan PotC 4 akan menyedot banyak penonton kalau ditayangkan secepat mungkin.
Kemungkinan tayang : 40% - Walt Disney sangat susah dilobi!!
Beberapa film summer yang bagus / menarik menurut saya, namun belum tentu laris di Indonesia (meski ada kemungkinan bisa masuk bioskop Indonesia) :
5. Bridesmaids
Dengan rating 90% fresh di rottentomatoes, film ini dipuji - puji kritikus dan pecinta film. Banyak yang bilang film ini adalah The Hangover versi cewek. Sayangnya, film ini tidak akan laris di Indonesia karena saya jamin sebagian besar penduduk di Indonesia tidak pernah mendengar tentang film yang berhasil memperoleh US$ 247,6 million di seluruh dunia ini.
Kemungkinan tayang : 5% - masih ada kemungkinan tayang. Mungkin seperti film The Hangover 1 yang tayang sangat terlambat.
4. Fright Night
Adalah sebuah remake film horror-komedi terkenal tahun 80-an. Seperti film remake kebanyakan, film ini bisa jadi buruk dan sulit untuk menyamai kualitas film terdahulunya (walau ada kemungkinan bagus), meski film Vampire ini dibintangi oleh aktor dengan kualitas akting baik : Colin Farell dan Anthon Yelchin. Konyolnya lagi, film ini dirilis dalam format 3D. Sekali lagi, Fright Night hanya terkenal di kalangan pecinta film.
Kemungkinan tayang : 20% - Film ini akan dirilis bersamaan dengan Spy Kids 4 dan Conan the Barbarian pada tanggal 18 Agustus 2011. PT. Amero sudah mendistribusikan Spy Kids 4, sedangkan Conan didistribusikan oleh PT. Parkit (bersiaplah dengan subtitles yang buruk). Kedua film tersebut tentu akan bisa menyedot banyak penonton, sehingga bisa jadi, Fright Night akan diimport belakangan, apalagi Fright Night didistribusikan oleh Walt Disney untuk wilayah asia.
3. Cowboys and Aliens
Tipikal film popcorn dan dianugerahi budget US$165 million, Cowboys and Aliens bercerita tentang peperangan antara Cowboy dengan Alien yang tentunya dipenuhi dengan adegan aksi penuh ledakan. Walaupun judulnya sangat konyol, film ini disutradarai oleh Jon Favreau (Iron Man 1-2) dan dibintangi oleh aktor papan atas : Daniel Craig & Harrison Ford.
Dengan judul aneh dan masyarakat yang merasa asing dengan film ini, memperoleh tiket Cowboys & Aliens akan semudah membalik telapak tangan.
Kemungkinan tayang : 80% - PT. Omega sudah berhasil melobi Universal (Fast Five sudah masuk LSF). Jadi tinggal menunggu waktu saja film ini tayang.
2. Rise of the Planet of the Apes
Saya masih ingat remake film pertamanya (Planet of the Apes) tayang 2 studio di Surabaya waktu saya masih SD dulu dan penuh dengan penonton. Kini kisah prequel-nya muncul dan mendapat review positif dari kritikus. Walau seri pertamanya laris, belum tentu masyarakat ingat akan film ini. Apalagi posternya juga buruk, sangat kontras dengan teknologi visual effects yang digunakan film ini sama dengan teknologi motion capture yang digunakan dalam film James Cameron's Avatar.
Kemungkinan tayang : 80% - Kalau X-Men First Class masuk, film ini pasti masuk karena distributornya sama : 20th Century Fox.
1. Super 8
Film ini adalah film alien invasion yang paling memuaskan tahun ini. Dengan menggabungkan konsep film E.T dan Cloverfield, film garapan J.J Abrams ini sangat bagus, mengharukan, menegangkan dan tidak akan membosankan untuk ditonton berkali - kali berkat dukungan akting berkualitas dari bintang - bintang mudanya serta naskah yang solid. [review]
Kemungkinan tayang : 50% - Green Lantern yang buruk dan flop di pasaran international saja tayang. Apalagi Super 8. Walau masyarakat asing dengan film ini, Super 8 kemungkinan bisa memperoleh pemasukan yang stabil berkat word-of-mouth dari orang yang sudah menonton film ini.
Transformers 3 tengah meledakkan Sound System di bioskop seluruh dunia (kecuali Indonesia tentunya), memecahkan rekor box office dunia, dan menyajikan salah satu adegan aksi terdahsyat dalam sepanjang sejarah perfilman. Selain itu, banyak yang memuji - muji efek 3Dnya adalah efek 3D terbaik setelah Avatar.
Di balik segala pujian dari para penonton, film ini malah dicaci-maki para kritikus dan parahnya lagi, ada orang yang menemukan beberapa adegan aksi dalam Transformers 3 ternyata diambil dari film The Island.
Semoga screenshot di bawah ini bisa mengingatkan anda tentang film The Island (bagi yang sudah menontonnya) :
Ia adalah Jermain Oldreman, seorang pengamat film yang menemukan bahwa beberapa scene dalam adegan pertarungan antara Bumblebee-Sam Witwicky dengan Decepticons di jalan raya ternyata diambil dari adegan aksi film The Island dengan setting tempat yang sama pula.
Namun, hal ini tentunya tidak menimbulkan masalah hukum karena The Island adalah film
Sebenarnya, sedikit sekali orang yang menyadari bahwa adegan tersebut diambil dari film The Island, terlebih The Island adalah film yang sudah dirilis cukup lama (tahun 2005 lalu) dan flop di tangga box office. Apalagi adegan yang diambil hanya beberapa detik saja. Saya pribadi sudah menyaksikan filmnya waktu saya masih SMP kelas 2 lalu di bioskop dan menurut saya film tersebut cukup layak tonton bagi penggemar film - film sci-fi / action.
Anehnya lagi, Jermain Oldreman malah mengambil cuplikan dari CamRip Transformers 3 untuk membandingkan adegan aksinya dengan The Island. Niatnya mengolok - ngolok Michael Bay, tapi malah dia sendiri yang akan kena getahnya karena menggunakan video bajakan. Bisa dibilang ini senjata makan tuan! LOL
Namun, menurut saya, ada hal positif yang bisa diambil dari video di atas : CamRip Transformers 3 sudah cukup layak tonton :D :D
Gak ngerti CamRip? Ini lo maksudnya CamRip :
SURPRISE 1
SURPRISE 2
SURPRISE 3
Dan ada bonus "sebuah pulau" untuk anda sekalian :D
Tinggal dipilih mau pulau yang mana :
ISLAND 1
ISLAND 2
ISLAND 3
ISLAND 4
Bonus II : THREE Transformers 3 Trailers
Final Trailer
2 TV Spots
Exclusive iTunes "This Wednesday" Trailer
![]() |
| Kursi bioskop banyak yang kosong akibat tidak adanya pasokan film dari studio besar Hollywood |
Harapan untuk bisa menikmati kembali tayangan film-film box office Hollywood di bioskop Tanah Air hampir menjadi kenyataan. Menteri Keuangan Agus Martowardojo telah menandatangani peraturan menteri tentang tarif baru impor film. Kalangan pengusaha bioskop menyatakan bisa menerima ketentuan baru tersebut.
Dalam peraturan baru itu, bea impor film yang semula diatur dengan sistem ad valorem--berdasarkan persentase nilai pabean—diubah menjadi menggunakan sistem spesifik (ditentukan dengan satuan nilai barang). Bea masuk ditetapkan menjadi Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu per menit durasi film per kopi film impor.
![]() |
| Suasana bioskop pada saat liburan sekolah tanpa pasokan film kelas A |
Sebelumnya, bea masuk untuk film impor ditetapkan sebesar 10 persen dari total nilai impor film. “Perhitungan yang sekarang lebih mudah dan lebih sederhana," kata Agus di Jakarta, Jumat lalu.
Agus Marto mengatakan, peraturan tarif spesifik ini tidak berlaku surut sehingga tiga importir film yang belum melaksanakan kewajibannya masih tetap harus membayarnya dengan perhitungan lama. "Tiga importir yang belum menjalankan kewajibannya dengan tertib kami tegur dan diminta untuk bayar hasil audit," ujar Menteri Keuangan.
Selain soal mulai diberlakukannya tarif baru ini, Menteri Keuangan juga berharap para eksportir film membuka perwakilan di Indonesia. Eksportir film, kata Agus, bisa menggandeng pengusaha lokal dengan membentuk perusahaan joint venture.
![]() |
| Transformers 3 juga terancam batal tayang apabila masalah ini tidak segera diselesaikan |
Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) sepakat dengan tarif impor film baru yang menggunakan hitungan durasi. Ketua Umum GPBSI, Djonny Syafruddin, menyatakan tarif baru ini bisa mengantisipasi impor film yang di masa datang tak lagi menggunakan pita atau seluloid. "Importir pun sudah menerima putusan itu," kata Djonny kemarin.
![]() |
| Hal yang terpaksa saya lakukan : menonton bioskop di Singapore |
Kabarnya, menurut Djonny, MPAA masih menolak pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen. Saat ini, kata dia, masyarakat dibebani tiga macam pajak, yakni pajak penghasilan 20 persen, pajak daerah 10-20 persen, dan PPN 10 persen. "Kalau Menteri Keuangan mencabut royalti, film Hollywood bisa segera masuk," kata dia.
![]() |
| Masalah pajak film masuk berita utama |
Comments :
Sebenarnya, ada 2 problem utama yang harus segera diselesaikan :
1. Persetujuan dari MPAA
2. PT. Camilla dan PT. Satrya segera melunasi utang pajaknya
Bioskop hanya sebagai tempat untuk memutar film saja sehingga peran mereka di kisruh ini kurang penting. Masalahnya 2 problem utama tersebut belum diselesaikan. Seperti dalam berita di atas, pihak MPAA masih menolak aturan pajak Royalti. Penolakan tersebut juga berpengaruh terhadap langkah yang diambil PT. Camilla dan PT. Satrya. Mereka lebih memilih untuk menolak membayar utangnya tersebut. Tentu langkah yang mereka ambil cukup masuk akal karena apabila utang mereka sudah lunas tetapi MPAA masih menolak mendistribusikan filmnya ke Indonesia, tentu saja bohong kan?













































