2013 / 105 Minutes / Various Directors / Indonesia / 1.78:1-2.55:1 / PG-13
Meski sempat memicu kontroversi di jagad twitter perihal pemilihan film-film pendek yang masuk ke dalam kompilasi enam film pemenang 21 Short Film Festival, kesempatan besar untuk menyaksikan film-film pendek karya sineas muda anak bangsa ini tidak boleh dihiraukan begitu saja. Kompilasi ini terdiri dari 3 film dokumenter, 2 film animasi, dan 1 film fiksi-naratif dengan total durasi sepanjang 105 menit.
Hello there. Long time no see you guys. Well, I'm still alive, and this blog is also still alive. But, you know, I have some situations--every student's situation actually, so I couldn't write any movie review or any kind of post on this blog for a while. And I'm so sorry for that. But here I am, I'm back.
Okay, back to our topic. So, for those who have read all my post on this blog, I believe you have seen my "Summer Movie Preview Part 1" that was published last May. Beside some general informations and summaries for these big-budget blockbuster hollywood cash-cows, I've actually put some box office and also rottentomatoes score prediction. So, how is the prediction? Let's admit it. I'm quite brilliant on this.
Kabarnya penentuan pemenang Indonesian Movie Awards 2013 atau #IMA2013 berada di tangan para penonton, bukan dari para juri lagi. Agak mengecewakan memang karena tingkat keseruannya berkurang drastis, belum lagi kampanye dan kucuran uang dari pihak para nominator menjadi lebih gila-gilaan. Tapi ya sudahlah, toh gw pribadi juga tidak berniat untuk ikut voting (biaya SMSnya mahal). Cuman kalau disuruh milih, dengan senang hati gw akan nge-share pilihan-pilihan gw di post ini. Jangan dicerca ya. Sekali lagi, ini BUKAN PREDIKSI pemenang.
Setelah mendengar kabar di Twitter bahwa beberapa orang tua telah membuat anak-anaknya sakit jiwa karena mengajak mereka menonton Evil Dead di bioskop, hati gw tergerak untuk membuat parent's guide khusus untuk film-film dewasa seperti ini yang sekiranya dapat menjelaskan konten-konten yang tidak cocok untuk dikonsumsi anak-anak. Bahkan remaja pun gw rasa juga perlu baca untuk mempersiapkan diri mereka.
Rasa puas dan kecewa terhadap rentetan film-film yang dirilis tiap tahunnya memang senantiasa memberi goresan warna-warni di dalam kehidupan kita, khususnya para pecinta film. Dan tidak sedikit pula kejadian-kejadian tak terlupakan yang kita alami selama satu tahun, baik senang maupun duka, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perjalanan sinematik kita. Pada kesempatan kali ini, I mean pada post yang masih berhubungan dengan Cinephile’s Choice Awards kali ini, aku akan merangkum adegan-adegan dalam film rilisan tahun 2012 lalu yang masih enggan untuk membisikan ucapan selamat tinggal kepada memoriku, dan mungkin juga kepada memori anda.
2012 sudah berlalu dengan berbagai perilisan film-film blockbuster yang telah dinanti-nantikan sejak lama; sebut saja installment terbaru James Bond, penutup trilogi The Dark Knight, bagian kedua dari seri terakhir The Twilight Saga, prequel The Lord of the Rings yang akhirnya menjadi kenyataan, sampai proyek idaman para geek di seluruh dunia, The Avengers. Dan tahun 2013 ini ternyata juga tidak kalah hebohnya dengan kehadiran film reboot Superman yang akan menjadi akar film Justice League, episode ke dua dari The Hobbit, sequel film Star Trek yang telah dinanti-nantikan banyak orang, dan masih banyak lagi. Berikut daftar film-film high profile yang akan dirilis tahun ini!
Berkat Dr. Daniel Irawan--you have to visit his amazing blog : danieldokter.wordpress.com--saya mulai mengikuti jejaknya dengan mengisi daftar film-film yang saya tonton tiap harinya sebagai sebuah movie journal. Dan ternyata keuntungannya lebih dari sekedar “pamer” catatan film-film yang telah ditonton dalam setahun, tetapi juga dapat membuat kehidupan sinematis kita lebih teratur dan secara tidak langsung juga mendorong kita untuk mentarget diri sendiri : seberapa banyak film yang harus saya tonton dalam kurun waktu sebulan. Selain itu, journal ini juga dapat dikatakan sebagai perwujudan arti dari nama blog ini sendiri, A cinephile's Diary--catatan harian seorang pecinta film, dan inilah salah satu bentuk sederhananya.
Adalah sebuah keajaiban karena di tahun 2012 ini saya tidak perlu menemui film semacam Alvin and the Chipmunks 3 dan dapat menghindari beragam film mandarin yang kualitasnya semacam Sorcerer and the White Snake ataupun Flying Swords of Dragon Gate. Akan tetapi, sepandai-pandainya chipmunks tupai melompat pasti akan jatuh juga. Berikut daftar 10 film terburuk yang tidak sengaja saya tonton tahun ini.
Para pecinta film yang tinggal di Indonesia termasuk beruntung karena mendapat kesempatan untuk menyaksikan film The Hobbit : An Unexpected Journey dengan frame rate 48 fps di bioskop (bandingkan saja dengan Singapore yang hanya memiliki 1 studio yang sanggup memutar film HFR 3D). Tetapi, sebelum kegirangan untuk menyaksikan The Hobbit seperti yang direkomendasikan oleh Peter Jackson tanpa bekal pengetahuan apa-apa, mari kita telusuri apa sebenarnya perbedaan antara frame rate 48 fps dengan 24 fps yang biasanya dipakai oleh sineas di seluruh dunia terlebih dahulu.
Post ini ditulis secara eksklusif untuk membantu teman - teman VCD UC angkatan 2010 yang mendapat tugas menganalisis film The Dark Knight Rises untuk mata kuliah Communication Process. Mengingat tema dan cerita yang diangkat film ini cukup berat serta mengambil kesempatan untuk meningkatkan traffic blog, saya berusaha membantu dengan menuliskan 3-part analisis yang mengacu pada pertanyaan - pertanyaan yang diberikan oleh Mr. Michael N selaku dosen pengajar Communication Process. Semoga berguna bagi teman - teman. =)
Post ini ditulis secara eksklusif untuk membantu teman - teman VCD UC angkatan 2010 yang mendapat tugas menganalisis film The Dark Knight Rises untuk mata kuliah Communication Process. Mengingat tema dan cerita yang diangkat film ini cukup berat serta mengambil kesempatan untuk meningkatkan traffic blog, saya berusaha membantu dengan menuliskan 3-part analisis yang mengacu pada pertanyaan - pertanyaan yang diberikan oleh Mr. Michael N selaku dosen pengajar Communication Process. Semoga berguna bagi teman - teman. =)
This post was intended for international blu-ray collectors who live in a country where blu-rays are much more expensive and uglier than the US version.
It’s not a secret that many of the blu-ray buyers aren’t from United States. Amazon can delivers your purchases to your doorstep where ever you live around the world. While it truly works like a charm, you still couldn’t get all the bonuses that come with your blu-rays. Yes, it’s an Ultraviolet and iTunes Digital Copy. That’s quite an unfortunate. You’ve paid more than the U.S citizen (tax + shipping), but couldn’t get what you should get because of the restrictions which come from the studios that produce your blu-rays. Ultraviolet and iTunes Digital Copy are strictly for buyers who live in the United States (and always be). I’ve tried the instruction on the Digital Copy code flyer, and the result was a big disappointment because they won’t give a damn with non US citizen (mostly because many other country also get their own blu-ray / DVD release). But last week, I suddenly found a brilliant and a very easy way to redeem it.
Sampai saat ini, saya baru dua kali saja menyaksikan film dalam format IMAX (karena tidak ada bioskop yang mempunyai studio IMAX di Surabaya sini). Yang pertama adalah Kungfu Panda 2 di Shaw Lido Singapore dan yang kedua adalah The Dark Knight Rises di Gandaria City XXI. Bagaimana kualitas studio IMAX komersil pertama di Indonesia ini? Apakah sesuai dengan harga tiketnya yang mahal itu?
Mungkin post ini masih terlalu dini karena musim awards baru akan berlangsung di akhir tahun sampai awal tahun 2013 nanti. Tetapi, The Dark Knight Rises adalah salah satu kandidat terkuat untuk mendapatkan banyak nominasi dalam ajang Academy Awards 2013 nanti, meski harus bersaing ketat dengan beberapa film Oscar bait lainnya.
Berikut beberapa nominasi Oscar yang kemungkinan akan diperoleh TDKR.
Masih ingat dengan post Movie Trip part 1 danpart 2 saya pada awal berdirinya blog ini? Well, seperti kebanyakan film - film blockbuster yang sukses besar di tangga box office, Movie Trip akan kembali dilanjutkan ke part 3. Plot yang diusung jelas jauh berbeda dengan movie trip part 1 dan part 2 yang berkisah mengenai perjalanan hidup seorang cinephile yang mencari bagian hidupnya yang hilang sampai ke negeri antah - berantah sambil berjuang melawan kebijakan pemerintah yang berniat untuk menghancurkan kehidupan kaum cinephile. Movie Trip part 3 berfokus pada tiga cerita yang saling berhubungan, yakni mengenai pesta akbar seusai peperangan sengit satu tahun yang lalu, kebangkitan sebuah media massa, hingga kisah akhir dari kisah seorang ksatria kegelapan. Dengan budget yang lebih rendah dari part 1 dan 2-nya, Movie Trip part 3 diharapkan bisa menjadi jembatan untuk sebuah trilogi baru berikutnya.
Dalam post ini, saya akan menjelaskan sedikit mengenai Aspect Ratio dalam film. Sebagian besar orang menganggap bahwa Aspect Ratio itu tidak begitu penting atau bahkan tidak memiliki pengetahuan mendasar perihal betapa pentingnya hubungan Aspect Ratio (AR) dengan film. Oleh karena itu, melalui post ini, saya akan berusaha menjelaskannya se-sederhana mungkin. Semoga berguna bagi para pembaca sekalian dan harap maklum apabila ada satu dua hal yang salah (tolong diralat via comment).
Daftar nominasi Oscar tahun 2012 ini bisa dikatakan cukup aneh dan mengejutkan. Berberapa film, aktor dan aktris yang dijago - jagokan akan mendapatkan nominasi ternyata dilewatkan begitu saja oleh para juri Oscar, seperti film Drive, The Girl with the Dragon Tattoo, yang gagal masuk nominasi best picture; Tilda Swinton dalam We Need to Talk about Kevin, Michael Shannon dalam Take Shelter, Michael Fassbender yang aktingnya dipuji - puji dalam Shame hingga dirinya harus telanjang bulat di depan kamera, David Fincher yang ditendang dari daftar nominasi Best Director, Kristen Dunst yang seakan - akan dilupakan juri, dan film documentary berjudul Senna yang secara mengejutkan tidak berhasil masuk dalam nominasi Best Documentary. Kejutan tidak berhenti sampai di situ. The Adventure of Tintin tidak mendapatkan nominasi best animated feature, yang ironisnya, Tintin memenangkan penghargaan Best Animated Feature di ajang Golden Globe. Kemudian, Extremely Loud and Incredibly Close yang mendapatkan rating 46% di Rottentomatoes ternyata berhasil mendapatkan nominasi Oscar untuk kategori Best Picture; membuatnya masuk dalam daftar film dengan rating rendah dari rottentomatoes yang berhasil mendapatkan nominasi Oscar Best Picture. Akting Melissa Mc.Carthy dalam Bridesmaids yang menurut saya tidak ada spesial - spesialnya juga bisa mendapatkan nominasi Best Supporting Actress (she won't win, though). Meski dengan segala keanehan di atas, saya akan berusaha untuk memprediksi para pemenang Oscar. Dan asal tahu saja, ini adalah pertama kalinya saya menulis Oscar Prediction di blog (tahun - tahun lalu cuman iseng coret - coret aja di kertas), jadi ya harap maklum kalau misalnya tidak tembus semua. :P