2014 / US / 98 Minutes / Paul W.S Anderson / 2.39:1 / PG-13
Menentukan pilihan untuk menyaksikan versi 3D atau 2Dnya memang masih terasa sulit di tengah masyarakat, meski pihak grup 21 sekarang sudah mempermudahnya dengan menyetarakan harga tiket masuknya. Ya, kalau dulu kita punya alibi tentang masalah perbedaan harga, sekarang yang ada hanyalah masalah kualitas : apakah efek 3Dnya sanggup memberikan movie experience yang luar biasa, yang tidak dapat kita peroleh dari versi regulernya (2D) sehingga kita diharuskan untuk menyaksikan film tersebut dalam format 3D demi mendapatkan experience yang diharapkan sang sineas?
Note : saya TIDAK membahas isi filmnya dalam post ini.
2014 / Indonesia / 135 Minutes / The Mo Brothers / 2.39:1 / R
Nama The Mo Brothers sebagai sutradara mungkin belum setenar Hanung Bramantyo atau Joko Anwar di mata masyarakat awam, tetapi kiprah mereka, terlebih Timo Tjahjanto, di dunia perfilman nasional maupun internasional, tak bisa dipandang remeh. Lewat debut fitur film mereka, Rumah Dara (Macabre), lima tahun silam, nama mereka seakan sudah melambung tinggi di kalangan pecinta film dan fans film horror sebagai sutradara yang patut dinantikan karya-karyanya. Bahkan para produser film asing pun tak segan memberi kepercayaan pada Timo Tjahjanto untuk menyutratradarai salah satu segmen film horror omnibus The ABCs of Death (segmen L for Libido) dan V/H/S (segmen Safe Haven bersama Gareth Evans). Hasilnya? Karya-karyanya selalu menjadi yang paling standout dan paling tak terlupakan dari semua segmen yang lain!
Universal Pictures / US / 121 Minutes / Peter Berg / 2.39:1 / R
2013 / Columbia Pictures / US / David O. Russell / 130 Minutes / 2.39:1 / R
![]() |
| I've made my Oscar speech since 20 years ago. |
2013 / US / Paramount Pictures / 180 Minutes / Martin Scorsese / 2.39:1 / R
Paramount Pictures / US / 105 Minutes / Kenneth Branagh / 2.39:1
Saya menonton cukup banyak film-film Indonesia tahun 2013 kemarin, bahkan bisa dibilang yang terbanyak dalam hidup saya. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 5-6 film per tahun, tahun 2013 ini mungkin saya sudah menonton 20 film lebih. Kualitas industri sinema kita yang terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif telah berhasil menarik minat saya untuk menyaksikan film-film karya anak bangsa di bioskop dengan harga tiket yang sama dengan film-film blockbuster dari Hollywood.









