Menyortir film-film bagus untuk dimasukkan ke dalam daftar 20 film terbaik bukanlah perkara yang mudah, apalagi kalau ada puluhan film yang sangat berkesan dalam setahun kemarin dan banyaknya film-film bagus yang belum tertonton sampai daftar ini selesai dibuat, seperti Boyhood, The Theory of Everything, dan film-film kotender Oscar lainnya (yang sampai detik ini belum juga menyapa layar bioskop tanah air). Jadi, apabila jagoan-jagoan kalian tidak ada dalam daftar ini, baik disengaja maupun tidak disengaja, mohon dimaklumi. Berikut dua puluh film terbaik pilihan Cinephile’s Diary sepanjang tahun 2014 kemarin.
THE IMITATION GAME (2014): BIOGRAFI TENTANG INOVASI, TANPA INOVASI
4 stars movie 1/30/2015 10:26:00 PM
2015 / Morten Tyldum / 114 Minutes / 2.39:1 Aspect Ratio / PG-13
The Imitation Game berkisah tentang Alan Turing (Benedict Cumberbatch), seorang profesor genius termuda di Inggris yang tertarik untuk bergabung dalam sebuah tim rahasia milik pemerintah. Tim tersebut dibentuk hanya untuk menunaikan satu tujuan saja: memecahkan kode rahasia milik German, membongkar semua rencana mereka, dan memenangkan Perang Dunia.
Tahun 2015 kembali mengulang success pattern yang sama seperti tahun 2004, 2007, dan 2012, di mana banyak sekali installment terbaru dari franchise unggulan studio-studio besar Hollywood dirilis berbondongan di bioskop dan mencetak rekor-rekor baru di box office seluruh dunia. Jika kalian tumbuh bersama film-film ikonik seperti Jurassic Park, Terminator, Star Wars, dan film-film superhero Marvel, maka tahun ini akan menjadi tahun penuh memori yang sangat berkesan.
2014 / Indonesia / Life Like Pictures / Adriyanto Dewo / PG / 2.39:1
Adalah sebuah keironisan ketika keanekaragaman dunia kuliner autentik yang ada di Indonesia justru sangat jarang diangkat oleh sineas tanah air sebagai topik utama dalam film-film mereka. Padahal, lewat ledakan tren mengupload foto makanan di Instagram, foodblogger baru yang terus lahir setiap hari, dan puluhan website ataupun aplikasi yang akan membantu anda mencari makanan lezat, seharusnya tidaklah terlalu sulit menggandeng mereka untuk melakukan kegiatan positif membudidayakan dan membangkitkan awareness masyarakat terhadap dunia kuliner nasional, daripada bakat dan ketertarikan mereka disalurkan pada makanan-makanan yang lahir dengan ilmu dan aliran dari negeri seberang. Tentu saja, semua itu hanya tinggal menunggu waktu, karena pada akhirnya, selalu ada yang pertama dalam segala sesuatunya. Produser Vino G. Bastian, Sheila Timothy, bersama dengan sutradara Adriyanto Dewo mengangkat masakan Padang ke medium layar lebar lewat film bertajuk ‘Tabula Rasa’, sebuah persembahan yang mereka klaim sebagai film Indonesia pertama yang mengangkat dunia kuliner sebagai inti dari segala hal yang terjadi dalam film ini.
20 BORING FACTS ABOUT ME (THAT YOU MIGHT HAVE KNOWN IF YOU’D FOLLOWED MY TWITTER OR SIMPLY BEING ONE OF MY BEST FRIENDS)
9/15/2014 11:05:00 PMPeople made lots of challenges in the internet, recently. Like the worldwide phenomenon ice bucket challenge, which I thought was an utter non-sense. And then ‘post your #cinephilephoto’ challenge, which is quite easy to do (I posted ‘Dr. Ryan Stone’s haunting fetal position’ in Gravity, if you really want to know). And then this, ‘write 20 facts about yourself’ challenge which is currently booming on Instagram. I was tagged by some of my friends on Twitter, Path, and then on Instagram, and I thought, why not? And here it is, the 20 BORING FACTS ABOUT ME THAT YOU MIGHT HAVE KNOWN IF YOU’D FOLLOWED MY TWITTER @ELBERT_REYNER OR SIMPLY BEING ONE OF MY BEST FRIENDS. Boy, that’s truly mouthful for a title.
2014 / US / Luc Besson / 2.39:1 Aspect Ratio / R
GUARDIANS OF THE GALAXY (2014): AN AWESOME MIX OF BLOCKBUSTER’S WINNING FORMULA
5 stars movies 8/26/2014 03:17:00 PM
2014 / Marvel Studios / US / James Gunn / 2.39:1 Aspect Ratio / PG-13
Sejak awal, Guardians of the Galaxy memang selalu menjadi film paling beresiko yang pernah dibuat oleh Marvel. Bahkan Kevin Feige pun sempat berkata demikian, ketika dia mengumumkan kalau Guardians of the Galaxy akan menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 2 di atas panggung Comic Con beberapa tahun yang lalu. Film ini dikatakan beresiko karena, pertama, Guardians of the Galaxy diadaptasi dari salah satu komik Marvel yang tidak populer (dalam artian, tidak sepopuler film-film adaptasi superhero Marvel lainnya yang sudah dijamin bisa mendatangkan pendapatan di atas $150 juta sejak tinta di surat kontraknya kering). Kedua, rakun dan pohon yang bisa berbicara termasuk dalam jajaran karakter utama dalam Guardians of the Galaxy. Tidak perlu berbicara banyak kalau soal itu. Ketiga, film petualangan luar angkasa selalu sulit untuk dijual, terutama untuk generasi saat ini, kecuali film yang kau jual menyematkan label Star Trek atau Star Wars di posternya. Terlebih lagi, Disney hanya merasakan asamnya film-film petualangan luar angkasa beberapa tahun terakhir ini, ketika pendapatan Mars Needs Moms dan John Carter milik mereka hancur berantakan di Box Office.
Menentukan pilihan untuk menyaksikan film dalam format 3D atau 2D memang masih dirasa sulit, meski pihak grup 21 telah menyetarakan harga tiket masuknya. Sebagian besar orang akan memilih format reguler dengan alasan kacamata 3D-nya yang mengganggu atau karena tidak ada perbedaan yang signifikan antara format 3D dengan 2Dnya. Tapi ada juga orang-orang yang menunggu 'korban' untuk diwawancarai, apakah film tersebut layak untuk disaksikan dalam format 3D atau tidak.
Jika anda termasuk di kategori yang ke-2, selamat, anda sudah datang di tempat yang tepat.
Note : saya TIDAK mereview filmnya dalam post ini.
2014 / Warner Bros. Pictures / Steven Quale / 1.85:1 / PG-13
Into the Storm berkisah tentang seorang wakil kepala sekolah bernama Gary (Richard Armitage) yang berusaha menyelamatkan putra sulungnya yang terperangkap di sebuah pabrik kertas, setelah tornado paling mengerikan dalam sejarah menghancurkan seisi kota tempat tinggal mereka.








