China (Universal, Legendary Pictures) | 103 minutes | PG-13
Genre: Action, Fantasy
Director: Zhang Yimou
Screenplay: Tony Gilroy, Carlo Bernard, Doug Miro
Cast: Matt Dammon, Pedro Pascal, Andy Lau, Jing Tian, Willem Dafoe
Wide Release: December 31, 2016 (midnight) / January 4, 2017 (Regular)
Verdict:
Dahsyat secara visual dan berskala megah lantas tidak membuat The Great Wall keluar dari pola film-film east-meets-west yang sudah ada: naskah apa adanya dan karakter western yang lagi-lagi dibuat terlalu agung sebagai penyelamat dunia. Film ini bisa dibilang sebagai karya sutradara Zhang Yimou yang paling mengecewakan dalam filmografinya. | Rating: ★★
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 (2016) Review: Komedi Yang Terlalu Bergantung Pada Bumbu Nostalgia
2 stars movies 9/12/2016 06:46:00 PM
VERDICT: Keputusan Falcon dan Anggy Umbara untuk membagi Jangkrik Boss menjadi dua bagian membuat film ini kehilangan banyak momentumnya, dan seringkali, terasa terlalu bergantung pada elemen nostalgia-nya.
VERDICT: sama seperti yang dikatakan orang-orang tentang Lou, Me Before You sebenarnya mempunyai potensi. Tapi sayang, potensi itu disia-siakan oleh naskah mediocre dan akting lead actress-nya yang berlebihan, membuat film ini menjadi tidak ada bedanya dengan film-film roman cheesy lainnya yang mudah dilupakan.
Satu hal yang pasti disinggung oleh Raditya Dika ketika ia menjadi pembicara adalah kisah perjuangannya dari nol hingga menjadi komedian paling terkenal di Indonesia saat ini. Dari penonton stand-up comedy yang hanya terdiri dari empat-lima orang termasuk ibunya, kini menjadi jutaan jiwa. Apa yang dilakukan Dika di masa remajanya itu memang adalah sesuatu yang luar biasa dan pantas untuk dibanggakan. Bahkan di film-film yang ditulisnya pun, ia seringkali menggunakan back story yang sama pada karakter yang dilakoninya sebagai solusi dari masalah yang dihadapi oleh karakter-karakter rekaannya itu.
JANE GOT A GUN (2016) REVIEW: DRAMA WESTERN YANG TIDAK SEASYIK JUDULNYA
2 stars movies 3/15/2016 05:47:00 PM
Genre: Drama
Negara: Amerika
Distributor: Prima Cinema Multimedia (Cinema 21)
Tanggal Rilis: 12 Maret 2016 (midnight)
Format: Regular 2D
Plot:
Mengambil set waktu beberapa tahun setelah perang sipil, kehidupan Jane (Nathalie Portman) berubah total ketika ia mendapati lima butir peluru tertancap di punggung suaminya. Jane kemudian pergi mencari bala bantuan dari Dan Frost (Joel Edgerton) untuk melawan balik geng John Bishop (Ewan McGreggor) yang tidak akan berhenti sebelum keluarganya dibantai habis. Tetapi Jane menyimpan masa lalu kelam yang membuat segalanya tidak sesederhana itu.
Genre: Action, Thriller
Negara: Amerika
Distributor: Prima Cinema Multimedia (Cinema 21)
Tanggal Rilis: 3 Maret 2016
Format: Regular 2D
Plot: Menyambut kelahiran putrinya, Mike Banning (Gerard Butler) merencanakan untuk pensiun dari pekerjaannya sebagai bodyguard Presiden Benjamin Asher (Aaron Eckhart). Tetapi ketika Perdana Inggris tiba-tiba meninggal, Mike dipanggil kembali untuk menjalankan misi terakhirnya: mengawal Presiden Benjamin ke London. Sementara itu, sekelompok teroris tengah merencanakan serangan besar-besar untuk membunuh seluruh pemimpin dunia yang hadir di pemakaman itu.
Mengingat harga tiket IMAX yang sedikit lebih mahal dan butuh banyak perjuangan untuk mendapatkan seat terbaik, apakah The Finest Hours benar-benar layak ditonton dalam format IMAX, atau cukup disaksikan di bioskop reguler saja? Let’s find out.
Genre: Adventure, Drama, Biography
Negara: Korea
Studio / Distributor: CJ Entertainment / Jive Entertainment
Tanggal Rilis: 20 Januari 2016 (CGV Blitz, Cinemaxx, Platinum)
Format: Regular 2D, Sphere X, Starium
Plot:
Diadaptasi dari kisah nyata, The Himalayas berkisah tentang dua orang sahabat, Um Hong-gil (Hwang Jeon-min) dan Park Moo-Taek (Jung Woo), yang mempunyai ambisi untuk menjadi orang Korea pertama yang menaklukkan semua puncak tertinggi pegunungan Everest. Tetapi, sebuah kejadian tragis telah mengubah kehidupan mereka untuk selama-lamanya.
Genre: Action, Sci-fi
Negara: Amerika
Distributor: Sony Pictures Indonesia
Tanggal Rilis: 15 Januari 2016 (wide)
Format: Regular 2D, 4DX 2D, Sphere X 2D
Kehadiran 4DX di Indonesia tahun 2013 kemarin mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat dan pecinta film yang mengutamakan pengalaman menonton yang maksimal. Namun dengan harga tiket yang jauh lebih mahal (hampir dua kali lipat harga tiket reguler), tentu kalian harus lebih cermat memilih film mana yang layak ditonton dalam format 4DX dan mana yang cukup ditonton dalam format reguler. Dalam post ini, saya akan membantu kalian membuat keputusan.
Genre: Horror.
Negara: Amerika.
Distributor: Sony Pictures Indonesia.
Tanggal Rilis: Jumat, 8 Januari 2016 (wide).
Plot:
Sara (Natalie Dormer) mendapat kabar kalau saudara kembarnya, Jess (juga diperankan oleh Natalie Dormer), menghilang di Hutan Aokigahara, Jepang (dikenal sebagai tempat bunuh diri) dan akan dianggap meninggal oleh kepolisian Jepang kalau Jess tidak berhasil ditemukan dalam kurun waktu dua hari. Tak percaya atas kabar itu, Sara berangkat ke Jepang untuk mencari adiknya. Setibanya di sana, dia bertemu dengan wartawan misterius, Aiden (Taylor Kinney) yang kebetulan tengah meliput Hutan Aokigahara dan mau membantu Sara mencari adiknya.
Film bertema body swap (bertukar tubuh) ataupun gender bending (laki-laki menjadi perempuan, dan sebaliknya) memang sudah bukan hal yang baru lagi di industri perfilman. Di Asia, ide cerita seperti ini bisa dibilang sebagai ‘cara instan’ yang sering ditempuh para filmmaker untuk membuat film atau serial TV rom-com / fantasy yang pasti ampuh menarik dan mengundang tawa penonton. Cukup dengan menyodorkan surat kontrak kepada aktor dan aktris yang sangat tenar, sedikit tweak naskah di sana-sini, dan bam, sukses besar.
Hype Battle of Surabaya sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu, ketika berita tentang pembuatan film ini terendus publik. Waktu itu, sampai dengan tanggal rilisnya 20 Agustus 2015 kemarin, memang tidak banyak film animasi produksi Indonesia yang berhasil menarik perhatian publik, baik yang telah dirilis sebelumnya seperti Homeland, sampai empat film animasi Paddle Pop: Petualangan Singa Pemberani yang hadir nyaris tanpa gaung. Berbekal fakta itu, dan mengingat betapa ambisiusnya proyek Battle of Surabaya yang kabarnya sampai menelan biaya produksi belasan miliar, tidak heran kalau media dan masyarakat Indonesia menggadang-gadangnya sebagai awal dari kebangkitan film animasi Indonesia.
2014 / Warner Bros. Pictures / Steven Quale / 1.85:1 / PG-13
Into the Storm berkisah tentang seorang wakil kepala sekolah bernama Gary (Richard Armitage) yang berusaha menyelamatkan putra sulungnya yang terperangkap di sebuah pabrik kertas, setelah tornado paling mengerikan dalam sejarah menghancurkan seisi kota tempat tinggal mereka.
2014 / US / Warner Bros. Pictures / 102 Minutes / Noam Murro / 2.39:1 / R
2013 / Hindi / Rohit Shetty / 141 Minutes / R / 2.39:1

2013 / US / 20th Century Fox / 126 Minutes / James Mangold / 2.39:1 / PG-13

2013 / 98 Minutes / Pierre Coffin & Chris Renaud / US / 1.85:1 / PG
2013 / US / 143 Minutes / Zack Snyder / 2.39:1 / PG-13

OZ THE GREAT AND POWERFUL
2013 / Black & White - Color / 130 Minutes / Sam Raimi / US / 1.37:1 - 2.39:1 / PG













