
VERDICT: Train to Busan is one of the best zombie movie ever made. 100
Genre: Action
Negara: Amerika
Distributor: Walt Disney Pictures (Buena Vista) Indonesia
Tanggal Rilis: 27 April 2016 (wide)
Format: Regular 2D, Regular 3D, Sphere X 3D, IMAX 3D, 4DX 3D
Movie: 5/5
Russo Brothers mengambil jalan yang berbeda untuk bercerita dan menyajikan konflik internal antar superhero-nya dengan tetap tampil fun dan penuh humor. Hasilnya? Captain America Civil War tidak hanya berhasil menghidupkan cerita dan keputusan-keputusan mengejutkan para karakternya yang akan mengajak penontonnya berpikir, tetapi juga berhasil menjadi installment Marvel Cinematic Universe yang terbaik, kelam, dan paling menyentuh yang pernah dibuat.
10 REASONS WHY SPECTRE IS ONE OF THE BEST JAMES BOND MOVIE EVER
5 stars movies 11/09/2015 09:06:00 PM
Spectre, saya yakin kalian semua sudah tahu, telah dirilis hari Jumat 6 November kemarin dengan sambutan yang kurang meriah dari penonton. Ada yang bilang Spectre adalah film Bond terburuk sepanjang masa, ada yang bilang membosankan, ada juga yang bilang bagus banget. Entah itu penonton awam, atau kritikus, atau fans Bond era Daniel Craig, pendapat mereka soal Specte kebanyakan sangat kontras. Tapi sebagian besar fans Bond fanatik pasti setuju pada satu hal: Spectre adalah film James Bond yang sebenarnya.
Oh, tentu kalian semua sudah tahu soal pro dan kontra James Bond versi Daniel Craig yang terus menjadi perbincangan setiap kali filmnya dirilis. Sebagian besar fans yang sudah terbiasa dengan era Roger Moore dan Pierce Brosnan tidak menyukai Bond era Daniel Craig yang sangat serius, brutal, dan telanjang tanpa gadget. Ketika film espionage lain mulai banyak yang mengekor formula James Bond, sang trendsetter sendiri justru mulai kehilangan identitasnya. That’s what we thought about Casino Royale, Quantum of Solace, and Skyfall.
Dan entah apa yang dipikirkan oleh Sam Mendes, Spectre justru keluar dari formula Bond era Daniel Craig dan tampil seperti fans service yang luar biasa bagi pecinta film-film Bond klasik. Sementara para penonton yang mengharapkan nuansa Spectre seperti film-film sebelumnya justru kecewa berat dengan beragam alasan.
Dan entah apa yang dipikirkan oleh Sam Mendes, Spectre justru keluar dari formula Bond era Daniel Craig dan tampil seperti fans service yang luar biasa bagi pecinta film-film Bond klasik. Sementara para penonton yang mengharapkan nuansa Spectre seperti film-film sebelumnya justru kecewa berat dengan beragam alasan.
Menurut kami, para fans Bond yang tidak menyukai Quantum of Solace dan Skyfall kemarin, berikut sepuluh alasan mengapa Spectre adalah salah satu film James Bond terbaik yang pernah dibuat.
[SPOILERS AHEAD!]
[SPOILERS AHEAD!]
GUARDIANS OF THE GALAXY (2014): AN AWESOME MIX OF BLOCKBUSTER’S WINNING FORMULA
5 stars movies 8/26/2014 03:17:00 PM
2014 / Marvel Studios / US / James Gunn / 2.39:1 Aspect Ratio / PG-13
Sejak awal, Guardians of the Galaxy memang selalu menjadi film paling beresiko yang pernah dibuat oleh Marvel. Bahkan Kevin Feige pun sempat berkata demikian, ketika dia mengumumkan kalau Guardians of the Galaxy akan menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 2 di atas panggung Comic Con beberapa tahun yang lalu. Film ini dikatakan beresiko karena, pertama, Guardians of the Galaxy diadaptasi dari salah satu komik Marvel yang tidak populer (dalam artian, tidak sepopuler film-film adaptasi superhero Marvel lainnya yang sudah dijamin bisa mendatangkan pendapatan di atas $150 juta sejak tinta di surat kontraknya kering). Kedua, rakun dan pohon yang bisa berbicara termasuk dalam jajaran karakter utama dalam Guardians of the Galaxy. Tidak perlu berbicara banyak kalau soal itu. Ketiga, film petualangan luar angkasa selalu sulit untuk dijual, terutama untuk generasi saat ini, kecuali film yang kau jual menyematkan label Star Trek atau Star Wars di posternya. Terlebih lagi, Disney hanya merasakan asamnya film-film petualangan luar angkasa beberapa tahun terakhir ini, ketika pendapatan Mars Needs Moms dan John Carter milik mereka hancur berantakan di Box Office.
DAWN OF THE PLANET OF THE APES (2014) : GIANT LEAPS OF EVOLUTION
5 stars movies 7/15/2014 10:26:00 PM2014 / 20th Century Fox / US / Matt Reeves / 130 Minutes / 1.85:1 / PG-13
Tidak ada yang menyangka kalau film Rise of the Planet of the Apes yang dirilis tahun 2011 silam berhasil menampik rasa skeptis dari para fans dan bahkan mengharafiahkan judulnya sendiri sebagai sebuah realita menakjubkan di dunia nyata. Film ini tidak hanya sukses secara komersil dan kualitas, tetapi juga sukses membangkitkan salah satu franchise besar milik 20th Century Fox yang sudah mati suri selama satu dekade sejak film remake Planet of the Apes garapan Tim Burton yang dianggap sangat mengecewakan itu.
a.k.a Streetside / 2014 / Daniel Ziv / Indonesia / 100 Minutes / 1.85:1 / PG-13
Mengambil set tempat di bayang-bayang kemegahan ibukota Jakarta, film Jalanan berfokus pada kehidupan tiga anak jalanan, Titi, Boni, dan Ho yang berusaha bertahan hidup lewat lagu-lagu indah ciptaan mereka. Hanya saja, tembang itu mereka nyanyikan di dalam angkutan umum dengan rata-rata penghasilan per harinya hanya cukup untuk mengenyangkan perut mereka dengan makanan sederhana yang bisa mereka beli. Lagu-lagu indah yang mereka lantunkan begitu tidak dihargai hanya karena mereka tidak memiliki modal untuk mengemasnya dengan baik dan hanya karena penampilan luar mereka yang tidak ada bedanya dengan pengemis. Film Jalanan menunjukkan usaha mereka untuk keluar dan bangkit dari dunia bawah sampai mereka bisa dihargai dan bisa tidur nyenyak tanpa takut serangan dari razia polisi.
Universal Pictures / US / 121 Minutes / Peter Berg / 2.39:1 / R
2013 / Warner Bros. Pictures / Peter Jackson / US / 2.39:1 / 161 Minutes

2013 / Universal Pictures / US / Ron Howard / 121 Minutes / 2.39:1 / R
WHAT THEY DON’T TALK ABOUT WHEN THEY TALK ABOUT LOVE (2013) : CURIOSITA TENTANG CINTA
5 stars movies 5/05/2013 04:45:00 PM
WHAT THEY DON’T TALK ABOUT WHEN THEY TALK ABOUT LOVE
2013 / 110 Minutes / Mouly Surya / Indonesia / 2.39:1 / R
Setelah berhasil mengumpulkan hype yang menyebar di kalangan para pecinta film di tanah air berkat prestasinya sebagai film Indonesia pertama yang berhasil lolos seleksi di Sundance Film Festival, What They Don’t Talk About When They Talk About Love akhirnya dirilis secara terbatas di bioskop tanah kelahirannya sendiri.

DJANGO UNCHAINED
2012 / 165 Minutes / Quentin Tarantino / US / 2.39:1 / R
Tidak ada sineas yang dapat menulis dan membuat film seperti Quentin Tarantino lakukan selama 20 tahun karirnya. Tidak ada sineas yang dapat menggabungkan cita rasa seni, kualitas dialog dan segala unsur campy dalam film-film cult murahan menjadi sebuah suguhan presentasi yang begitu lucu, thrilling, sadis, fresh, unik, berkelas, dan indah--mungkin hanya Robert Rodiguez yang nyaris bisa menyamai Tarantino. Tidak ada pula sineas yang sanggup mendongengi penontonnya dengan kisah sederhana mengenai balas dendam segila, semenarik, seintens, dan seepik film-film Tarantino. And frankly, semua kehebatannya itu masih terangkum rapi dalam film terbaru besutannya, Django Unchained, yang mendapatkan lima nominasi Oscar tahun ini termasuk di antaranya adalah film terbaik dan naskah terindah.

LES MISÉRABLES
2012 / 157 Minutes / Tom Hooper / US / 1.85:1 Aspect Ratio / PG-13
Pernah menyaksikannya atau tidak, perasaan familiar pasti akan menggelitik telinga anda ketika mendengar kata “Les Miserables”. Ya, Les Miserables (berasal dari Bahasa Prancis yang berarti ‘sengsara’) adalah salah satu pertujukan opera paling terkenal sepanjang masa dan bahkan sudah menjadi bagian dari kebudayaan dunia sampai saat ini. Film besutan Tom Hooper ini sebenarnya bukanlah film pertama yang mengadaptasi novel buah karya Victor Hugo berjudul sama tersebut karena sudah banyak film dan serial TV yang mengangkat kisahnya. Namun, sebagai film yang mengadaptasi drama opera-nya, Les Miserables versi terbaru ini adalah yang pertama.
THE HOBBIT AN UNEXPECTED JOURNEY (2012) : THERE AND BACK AGAIN
5 stars movies 12/21/2012 02:02:00 AMTHE HOBBIT AN UNEXPECTED JOURNEY
2012 / Peter Jackson / 170 Minutes / US / 2.39:1 Aspect Ratio / PG-13
Setelah menyuguhkan Batman Begins dan The Dark Knight yang disambut sangat luar biasa oleh seluruh masyarakat dunia, banyak pihak yang menyangsikan bahwa The Dark Knight Rises akan mengikuti pakem trilogi Spider-Man versi Sam Raimi yang gagal memukau para penonton lewat film Spider-Man 3nya. Belum lagi ekspetasi tinggi para pecinta film dan juga keliaran media - media dalam mencari berita serta membuat analisa / prediksi sinting mengenai plot dalam The Dark Knight Rises membuat hype film ini melesat ke level yang unbelievable. Dengan tanggung jawab dan tekanan yang begitu besar, tidak heran apabila hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa Nolan sempat menolak untuk membuat sequel The Dark Knight, kecuali kualitas naskah film ketiganya tersebut sanggup melampaui dua film sebelumnya. Dan seperti yang kita semua ketahui, TDKR telah dirilis di bioskop - bioskop seluruh dunia. Apakah ini berarti TDKR sanggup melampaui kualitas The Dark Knight dan Batman Begins?
Apakah Prometheus sanggup memenuhi harapan para fans Alien dan genre Sci-fi? Atau film ini justru merupakan pertanda bahwa Ridley Scott sudah kehilangan sentuhannya di genre sci-fi yang telah membangkitkan namanya itu?
Saga Harry Potter telah usai dan serial Twilight juga akan berakhir November nanti, sementara itu beragam film franchise-wanna-be yang ingin mengekor jejak dua saga ini justru cenderung gagal baik secara komersil maupun kualitas, seperti Narnia (yang akhirnya berhenti di film ke 3), The Spiderwick Chronicles, The Golden Compass, Eragon, I am Number Four, dan lain sebagainya. Bahkan Percy Jackson sendiri bisa dikategorikan cukup gagal (di box office America tidak berhasil menembus US$100 juta dan mendapat review yang kurang menggembirakan) meski pada akhirnya Fox masih memberi kesempatan dengan membuat sekuel film ini yang akan rilis tahun depan. Untuk tahun 2012 ini, Lionsgate merilis The Hunger Games, sebuah film yang diadaptasi dari novel terkenal karangan Suzanne Collins yang diharapkan dapat menjadi ladang uang bagi Lionsgate. Pada awalnya, film ini begitu digembar - gemborkan sebagai the next Twilight Saga, menilik source materialnya yang juga menceritakan mengenai kisah cinta segitiga dan ditulis oleh seorang penulis wanita. Tetapi setelah menyaksikan filmnya sendiri, dapat disimpulkan bahwa : The Hunger Games IS NOT Twilight. It’s one of the best films of 2012.
Martin Scorsese adalah salah seorang sutradara legendaris
Hollywood yang masih aktif berkarya dan telah menghasilkan film – film luar
biasa seperti Taxi Driver, Ragging Bull, Goodfellas, hingga The Departed. Namun,
tidak seperti Steven Spielberg yang sudah merambah ke hampir semua genre,
Martin lebih memfokuskan diri di film – film drama yang membahas sisi gelap
manusia, gangster hingga film biografi. Oleh karena itulah, Hugo begitu menarik
perhatian tahun 2011 lalu. Tidak hanya menjadi film keluarga pertama bagi
Martin Scorsese, Hugo juga menjadi debut perdana-nya menggunakan kamera 3D dan
sekaligus menjadi film termahal yang pernah dibuatnya dengan budget $170
million. Apakah Martin Scorsese kembali sanggup mempesona para penonton lewat
debut ‘perdana’nya ini?
Finally. Setelah menunggu berbulan - bulan semenjak trailer-nya dirilis, akhirnya The Artist ditayangkan juga di bioskop tanah air. Sebenarnya pemutaran The Artist di bioskop tanah air ini cukup mengejutkan dan “agak” tidak masuk akal. Why? Pertama, The Artist adalah film hitam putih. Hal ini tentunya sudah sangat mengurangi ketertarikan para masyarakat awam untuk menyaksikan The Artist. Kedua, film ini ditampilkan dengan aspect ratio Academy 1.33:1, alias persegi. Yup, anda tidak akan menyaksikan film ini dengan format Widescreen seperti biasanya (1.78:1 ataupun 2.40:1). Alasan ke tiga adalah alasan yang paling krusial : The Artist adalah film bisu. Dari awal hingga akhir, film ini tidak menghadirkan adegan yang bersuara (kecuali, SPOILER, scene di pertengahan dan di akhir), melainkan hanya sekedar gubahan musik yang mengiringi setiap adegan yang ditampilkan di layar. Meski film ini akan sangat dijauhi para masyarakat (sudah terbukti ketika saya menyaksikan film ini di bioskop), The Artist justru mendapat sambutan yang luar biasa dari kalangan kritikus dan pecinta film di seluruh dunia. Bahkan film ini mendapatkan 10 nominasi dalam ajang Oscar tahun 2012 ini. Namun, apakah The Artist memang benar - benar sedahsyat itu, atau malah overrated?
Sebagai salah satu film yang sangat dinanti - nantikan para pecinta film, apakah Drive berhasil menyajikan action thriller yang memukau, orisinil dan memanjakan fans film - film arthouse?








